Rozali saat berada di atas tower Sutet. (mdc)
Loading...

BATUBARA (medanbicara.com)-Rozali Bin Nurdin Taib (31), warga Lingkungan VII Pondok PT EMHA, Kelurahan Perkebunan Sipare-pare, Kecamatan Sei Suka, Batu Bara, Sumut Innalillahi lompat dari tower sutet setinggi 50 meter, Senin (11/2/2019) sekira pukul 18.00 WIB.

Keterangan saksi mata, Mariati (59) dan Waris (56), Senin (11/2/2019) sekira pukul 14.10 WIB pemuda yang tinggal dengan orangtuanya itu terlihat berada di tower saluran udara tegangan tinggi (sutet) dengan ketinggian lebih kurang 50 meter.

Melihat hal itu, kedua saksi berlari memberitahukan kepada orangtua korban dan selanjutnya mendatangi Lurah Perkebunan Sipare-pare, Ilham Abdi Hasibuan untuk meminta pertolongan menurunkan korban dari tower suntet.

Ilham Abdi kemudian mendatangi TKP dan bertemu dengan Camat Sei Suka, Adil Hasibuan. Kemudian, Adil menghubungi pihak Polsek Indrapura dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batu Bara.

Sekira pukul 17.00 WIB personel Polsek Batu Bara dan BPBD tiba di TKP dan membentangkan tenda di bawah tower sutet dan membujuk Rozali agar turun.

Sekira pukul 18.00 WIB, korban melompat dari tower sutet dan mendarat di tenda yang telah dipasang, namun tenda tersebut koyak, akhirnya Rozali mendarat di tanah.

Akibatnya Rozali mengalami pendarahan patah tulang kaki sebelah kanan, tulang pinggul sebelah kanan dan siku tangan kanan, langsung dibawa ke UPT Rumah Sakit Umum Indrapura, namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Informasi dari Kapolsek Indrapura, AKP D Habeahan mengatakan, sebelumnya korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri di TKP yang sama pada tahun 2016, namun dapat diselamatkan.(mom/yaf/tsn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY