Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH bersilaturahmi dan kunjungan kerja ke Kabupaten Serdang Bedagai. Acara silaturahmi disambut oleh Bupati Sergai, Ir H Sokirman, di di Aula Sultan Serdang, Senin (15/10/2018). (ist)

SERGAI (medanbicara.com)-Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH bersilaturahmi dan kunjungan kerja ke Kabupaten Serdang Bedagai. Acara silaturahmi disambut oleh Bupati Sergai, Ir H Sokirman, di di Aula Sultan Serdang, Senin (15/10/2018).

Hadir dalam acara tersebut Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, Bupati Sergai, Ir H Soekirman, Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Pasaribu, SH, SIK, MH, Kajari Sergai, Jabal Nur, SH, MH, Wabup, H Darma Wijaya, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kakan Kemenag Dr H Muhammad Safi’i, para Camat, Tenaga Penyuluh, Tenaga Kesehatan, Tenaga Kependidikan dan Kepala Desa se-Kabupaten Sergai.

Bupati Serdang Bedagai, Ir H Soekirman mengucapan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan kerja dan silaturahmi Kapolda Sumut. Bupati menyampaikan tentang kondisi geografis Kabupaten Sergai. Selain itu disampaikan potensi tenaga ASN antara lain tenaga pendidik dan tenaga kesehatan serta pegawai instansi atau dinas sejumlah lebih kurang 7.000 orang dibantu 3.000 tenaga honorer yang menjadi tulang punggung berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Selain itu ada 243 Kepala Desa dan Lurah yang tersebar di penjuru daerah.

Menurut Bupati, Sergai saat ini sedang viral karena saat ini isu parahnya korupsi di Sergai, namun hal ini kita serahkan semua kepada proses hukum yang berlaku sehingga masyarakat kembali tenang dan tidak terprovokasi.

Saat ini terkait musim turun tanam, Pertamina mengalokasikan 7,3 liter bahan bakar untuk sektor pertanian hendaknya memang benar-benar terpenuhi adanya. Untuk itu diminta kepada pihak kepolisian jika ada petani yang membeli bahan bakar di SPBU dengan menggunakan jerigen mohon untuk tidak dikenakan sanksi.

Konflik perikanan dan kelautan tidak begitu bergejolak, demikian juga dengan konflik perkebunan yang memang ada, namun tidak begitu bergejolak.

Memasuki tahun politik, agar dicermati bahwa hendaknya tetap bersatu walau berbeda pilihan, karena kebanggaan kita saat ini semakin mendunia. Sebagai contoh kesuksesan Indonesia menggelar Asian Games dan Asian Games Tahun 2018.

Pada kesempatan ini Bupati bersama masyarakat Sergai meminta kepada pihak kepolisian ada 6 Ng, yaitu ngayomi (membimbing), kami minta polisi ngancani (menjadi teman) kemudian polisi juga bisa ngewangi (melindungi), lalu ngajeni (mengajarkan), dapat ngangenin (menumbuhkan rindu) serta yang terakhir ngimpeni (diimpikan).

“Jika hal tersebut dapat terpenuhi maka Polri akan semakin dicintai dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat,” ujar Bupati.

Arahan dan bimbingan Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH menyampaikan biografi antara lain lahir dari keluarga ASN dan ekonomi pas-pasan sehingga tidak canggung lagi berada di antara hadirin sekalian.

“Ucapan terimakasih kepada Sumatera Utara sebagai daerah yang sangat berkesan dalam hidup saya. Program 100 hari saya sejak menjabat antara lain adalah penertiban pasar dan premanisme, reklame yang tidak membayar pajak, serta penertiban pos polisi yang didirikan tidak pada tempatnya. Semoga sebelum saya mengakhiri jabatan nantinya masih dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut,” kata Kapoldasu.

Selanjutnya kepada aparat Kepolisian pada tingkat Polres hingga ke bawah diperintahkan agar melakukan survei 15 hal yang disukai dan 15 hal yang tidak disukai masyarakat terkait pelayanan Polri. Setelah dapat, maka laksanakan apa yang disukai masyarakat, tinggalkan yang tidak disukai masyarakat.

Terkait penyampaian Bupati tentang 7.000 orang yang menggerakkan roda pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, dipesankan agar semua tidak mudah terbawa oleh berita hoax atau bahkan terukur pada politik indentitas dan adu domba yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Polda Sumut menyampaikan komitmennya dalam rangka menjaga kekondusifan daerah dari persoalan semisal perbedaan tata cara beragama, provokasi serta pencegahan kriminal serta peredaran narkoba.

Tentang BBM untuk masyarakat petani, diminta kepada pihak pemerintah desa atau lurah agar hendaknya memberikan bekal surat menyurat kepada yang bersangkutan, tujuannya agar memang BBM dapat tepat sasaran, bukan dimanfaatkan segelintir orang atau pihak saja. Hal ini sembari menunggu peningkatan produksi BBM dalam negeri sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM dapat tercukupi dan ketahanan pangan menjadi kuat.

“Mari sama-sama hentikan politik adu domba dan provokasi karena tidak ada gunanya, terlebih kita adalah bangsa yang bermartabat dan tidak mudah terpengaruh hal sedemikian,” katanya.

Terkait konflik tanah agar aparat pemerintah mulai dari desa hingga kecamatan dapat lebih berhati-hati dan teliti agar terhindar dari permasalahan hukum. Jika permasalahan dapat diselesaikan dengan baik-baik, maka selesaikanlah, karena paradigma menghukum orang dan memasukkan ke dalam penjara bukanlah sebuah tujuan.

Tentang 6 Ng harapan Bupati dan masyarakat, saya tekankan dan yakini bahwa jika 15 hal yang disukai masyarakat sesuai perintah saya kepada jajaran kepolisian Sumut, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka 6 Ng tersebut akan dapat terpenuhi.

Pada kesempatan tersebut Kapolda Sumut memberikan nomor pribadinya kepada masyarakat yang komplain terhadap pelayanan Kepolisian Sumut.

“Silahkan sampaikan komplain tersebut di nomor 082165469213, semoga saya dapat membantu masyarakat sekalian,” pungkas Kapoldasu.

Acara diisi dengan dialog dan tanya jawab dengan Kapolda Sumut terkait hukum dan konsekwensinya bagi masyarakat.(buyung nst)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY