Puluhan massa SBSI 92 melakukan demo di depan perusahan gas elpiji milik PT Mekar Alam Sentosa, di Desa Sei Jenggi Pasar Dua, Kecamatan Perbaungan. (buyung nasution)

SERGAI (medanbicara.com)- SERGAI-Puluhan buruh PT Mekar Alam Sentosa demo ke perusahaan gas elpiji itu. Mereka menuntut penyelesaian pemecatan terhadap 20 karyawan karena sampai kemarin (14/5/2018) belum ada penjelasan.

Puluhan massa Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI 1992) melakukan aksi unjuk rasa dengan pengawalan ketat Polres Sergai yang dipimpin langsung Kapolsek Perbaungan, AKP Ilham Harahap

“Perusahaan tersebut melakukan PHK tidak sesuai prosedur dan sesuai UU mekanisme untuk melakukan SP1, SP2 dan SP3. Hanya memberikan SP1 langsung PHK. Jadi mereka sesuka hati dan sewenang-wenang melakukan PHK,” ujar Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Kabupaten Sergai, Agan Surya Tanjung SH didamping Pengurus Comisariat (PC), M Sugeng Rau dan Lio Kurniawan (Ketua Bidang Data), ¬†saatmelakukan mediasi terhadap PT Mekar Alam Sentosa, di Desa Seijenggi, Pasar Dua, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, kalau ada karyawan membuat kesalahan pasti ada surat teguran, malah pihak perusahaan berdalih alasannya melakukan PHK untuk pengurangan karena tenaga kerja. Tapi sesuai kenyataannya pihak perusahaan tetap juga menerima orang baru.

“Kita akan terus melakukan aksi unjuk rasa ke PT Mekar Alam Sentosa maupun ke perusahan Pertamina di Medan. Kalau pihak perusahaan tidak ada etikad baik kita akan melaporkan hal ini ke Polda Sumut,” kata Agan.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sergai, B Sijabat melalui Kepala Seksi merangkap sebagai mediator Sofian Silitonga kepada wartawan mengatakan, aksi unjuk rasa untuk melakukan mediasi terhadap buruh dan pihak perusahaan belum ada titik terang. Pasalnya, pihak perusahaan tidak bersedia menandatangani persetujuan pertama.

“Kuncinya pihak perusahaan tidak bersedia menyetujui materi yang pertama,” ujar Sijabat. (buyung nasution)

 

TIDAK ADA KOMENTAR