Plh Bupati Sergai Sambut Jemaah Haji Sergai, 1 Jemaah Meninggal Dunia

Plh Bupati Sergai, H Darma Wijaya beserta rombongan menyambut jemaah Haji Sergai yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Medan, di Asrama Haji Medan, Jumat (30/08/2019). (ist)

SERGAI (medanbicara.com)-Plh Bupati Sergai, H Darma Wijaya beserta rombongan menyambut jemaah Haji Sergai yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Medan, di Asrama Haji Medan, Jumat (30/08/2019).

Ketua Kloter 7 Embarkasi Medan, Drs H Syarif Husen, SAg mengtakan, jumlah seluruh jemaah haji Kloter 7 Embarkasi Medan saat berangkat adalah 391 jamaah, yang wafat satu orang atas nama Fatimah Zahara disebabkan circulatory diseases (jantung) dan dimakamkan di Sharaya, Makkah. Kemudian satu orang jamaah tawassul (mutasi masuk) dari kloter lain yaitu atas nama Nurlela Abdul Malik binti Abdul Malik asal Kabupaten Deli Serdang.

Jumlah Jemaah Haji kembali ke tanah air adalah 391 jamaah dengan perincian 187 orang dari Kabupaten Sergai, 184 orang dari Kota Tebing Tinggi, 10 jamaah dari Kota Gunung Sitoli, dan 1 orang jamaah dari Kota Binjai. Kemudian para Jemaah Haji didampingi TPHD/TKHD kabupaten/kota dan petugas TPHI dari Kementerian Agama pusat.

Plh Bupati Sergai, H Darma Wijaya mengungkapkan, rasa bahagia dan bersyukur atas kepulangan jamaah haji Kloter 7 Embarkasi Medan yang sejak sore telah dinantikan.

Alhamdulillah semua jamaah dari Sergai yang dipimpin oleh Ketua TPHD, Ir H Soekirman senantiasa sehat walafiat dan lancar melaksanakan ibadah haji hingga kembali saat ini. Selamat datang kembali ke tanah air para tamu Allah, semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah.

Ketua TPHD Sergai, Ir H Soekirman mengungkapkan rasa syukur dan ucapan Alhamdulillah dari Kloter 7 Embarkasi Medan telah kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat walafiat.

Apresiasi terhadap pemerintah atas baiknya pelaksanaan dan penyelenggaraan haji tahun ini mulai dari keberangkatan, pemondokan, pelaksanaan ibadah haji sampai kepulangan berjalan lancar dan sukses.

Disampaikan usulan kepada pemerintah bahwa dipandang perlu jika ada kuota tambahan kiranya diperioritaskan kepada calon Jamaah Haji yang juga bersedia mendampingi calon Jamaah Haji risiko tinggi (risti). Berdasarkan pengalaman banyak jamah haji risti tersebut justru malah merepotkan jamaah lainnya dikarenakan harus meluangkan waktu untuk ibadah juga harus menjaga jamaah risti tersebut.

Acara diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada petugas kloter serta penyematan pin Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provsu secara simbolis kepada jamaah haji yang baru tiba. (buyung nst)

Mungkin Anda juga menyukai