Tokoh Masyarakat Tanjungbalai, Dra Hajjah Lamsari (Hajjah Lolom). (ist)

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Tokoh masyarakat Tanjungbalai, Dra Hajjah Lamsari menyayangkan aksi 3 oknum anggota Banser Garut yang membakar bendera tauhid di tengah berlangsungnya acara hari santri.

“Kedudukan makna kalimat tauhid tentunya bernilai sangat tinggi dan penting di hati umat Islam, karena hal itu merupakan pondasi akar kemuliaan Islam dan siapapun kita umat muslim harus hidup dan mati di atas panji tauhid tersebut,” wanita yang akrab disapa Lolom itu.

Hajjah Lolom menjelaskan, sebagai seorang muslim yang memahami subtansi kemuliaan ajaran Islam tentunya akan menjunjung tinggi segala bentuk simbol-simbol Islam, karena hal ini bagian dari menegakkan dan mengokohkan tiang Agama Islam.

“Kita sangat menyayangkan ada pembakaran simbol Islam, karena ini dapat dimaknakan perbuatan tidak terpuji. Kita umat Islam mengetahui sejarah perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan dan menegakkan bendera Islam yang berlafazkan tauhid,” sambungnya.

Lolom berharap pihak kepolisian Polres Garut bertindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan mengusut kasus pembakaran bendera tauhid yang dilakakukan oleh 3 oknum Banser dan cepat diberikan sanski hukum tegas atas hal itu, agar ke depannya tidak terulang lagi.

“Khususnya Umat Islam yang ada di Kota Tanjungbalai tentunya terpukul dan sangat sedih melihat adanya video pembakaran bendera tauhid oleh 3 oknum banser. Mari kita bersikap bijaksana, jangan sampai terjerumus karena adanya upaya provokasi sehingga melakukan tindakan-tindakan anarkis,” katanya.

“Kita bisa menyampaikan kritik dalam bentuk apapun itu hak demokrasi dan tetap kita serahkan kepada Polres Garut untuk mengusutnya,” sambungnya.

Hajjah Lolom menambahkan, semoga dengan adanya kejadian ini Allah menurunkan hikmahnya untuk menggalang persatuan tali persaudaraan yang kuat, sehingga bisa menjaga dan memuliakan simbol-simbol Islam,” ujarnya. (gus)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY