KPU Tanjung Balai foto bersama kaum perempuan, pelajar dan disabilitas.(vino)
Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-KPU Tanjung Balai melakukan sosialisasi pendidikan pemilih pemula, perempuan dan disabilitas dalam penyelenggaraan Pemilu April 2019, di Aula Kantor KPU Kota Tanjungbalai, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Sumut, Selasa (13/2/2019).

Dalam acara yang dihadiri 30 kaum perempuan, pelajar dan disabilitas itu Ketua KPU Kota Tanjung Balai, Luhut Parlinggoman Siahaan, SH mengtakan, demokrasi adalah bentuk partisipasi warga negara untuk pemerintahan dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup.

Tujuan Pemilu, katanya, sebagai mekanisme pergantian kekuasaan suksesi yang paling aman dan merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin.

Menurutnya, fungsi KPU adalah sebagai pelaksana penyelenggaraan Pemilu akan terus bersama bekerja keras menciptakan pemilu aman, adil, terbuka dan transparan, yang diawasi Bawaslu sebagai pelaksana pengawas pemilu agar tidak ada tindak kecurangan dan money politik.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Tanjungbalai, Gustan Pasaribu SSos menyampaikan, betapa pentingnya Pemilu sebagai partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpin yang demokratis.

“Sebagai pemilih pemula harus sudah siap dalam menentukan pilihan untuk menentukan arah negara ini ke arah yang lebih baik. Kami berharap pemilih tahun ini agar lebih baik dan meningkat partisipasi pemilihnya dari pemilih tahun lalu, karena ini momentum sejarah untuk menentukan pemimpin 5 tahun ke depan jangan golput dan jadilah pemilih yang cerdas dan jangan mau dibayar dengan uang,” katanya.

Selanjutnya, katanya, dalam memilih pemimpin terlebih dahulu pelajari dulu visi dan misinya, rekam jejaknya dan yakinkan dengan janjinya untuk menetapkan pilihan.

Ada 20 partai politik yang akan ikut dalam pesta Demokrasi untuk tahun ini, ada 4 partai lokal dari Provinsi Aceh. Kaum perempuan mempunyai partisipasi pemilih yang lebih tinggi oleh sebab itu dalam kepengurusan partai harus terdapat minimal 30 persen pengurus.

“Mari kita menyaring informasi yang ada jangan mudah percaya dengan berita-berita hoax. Demokrasi merupakan kekuatan kita dalam keberagaman,” katanya. (gus/ino)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY