Gas untuk masyarakat miskin. (ist)

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Si Melon untuk masyarakat miskin atau gas LPG 3 Kg di Tanjungbalai langka. Akibatnya, harga meroket dan mencapai Rp30.000 per tabung. Makjang..!

Sukmawati, warga Jalan Anwar Idris, Pulo Simardan, Kota Tanjungbalai, Sumut, Senin (5/11/2018) mengatakan, dia membeli tabung gas LPG 3 Kg di Sei Dua, Jalan Anwar Idris dengan harga Rp30.000 per tabung. Sementara, katanya, sesuai ketentuan LPG 3 Kg bersubsidi harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah Rp16.000.

“Tolonglah Pak, Sampaikan kepada Pak Wali, kami masyarakat tidak sanggup terus menerus membeli gas LPG 3 kg dengan harga Rp30.000,” katanya.

“Kami masyarakat miskin, beban hidup kami besar. Banyak anak sekolah yang ditanggung bukan hanya dapur. Lama-kelamaan kalau begini anak kami putus sekolah,” ujarnya kepada wartawan.

Dirinya meminta, sebaiknya Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui instansi terkait dapat melakukan monitor ke agen, pangkalan dan kedai-kedai pengecer gas LPG 3 Kg dan memberikan imbauan agar jangan menjual gas LPG 3 Kg dengan harga yang mahal dan fantastis.

Ketua DPP Aktivis Nelayan Jayantara (AJN) Kota Tanjungbalai, Nazmi Hidayat SH mendesak Pemerintah Kota Tanjungbalai agar kembali melakukan survei dan pengawasan secara mendadak di seluruh agen dan pangkalan, jika ditemukan hal-hal yang di luar ketentuan terkait harga LPG 3 Kg, segera dapat mengambil sikap tegas bila perlu mencabut izinnya.

Selain itu, katanya, pihaknya juga meminta Pertamina Regional Medan untuk melakukan evaluasi terhadap agen, pangkalan dan outlet di dalam pendistribusian gas bersubsidi LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai yang membuat keresahan bagi warga Tanjungbalai.

“Kita juga mendesak aparat penegak hukum khusunya Polres Tanjungbalai untuk membentuk tim investigasi guna menyelidiki terkait motif di balik melonjaknya harga LPG 3 Kg hingga mencapai harga Rp30.000 per tabung. Jika ada indikasi penimbunan yang mengakibatkan kelangkaan gas bersubsidi segera tangkap dan penjarakan oknum-oknum yang bermain,” sebut Nazmi.

Ia juga mengancam, dalam waktu dekat akan menyuarakan hal tersebut melalui aksi demo turun ke jalan guna menyampaikan hal dimaksud kepada Walikota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH dan instansi terkait, juga Polres Tanjungbalai untuk menanggapi polemik permasalahan kenaikan dan kelangkaan tabung gas LPG 3 kg yang menimbulkan keresahan masyarakat Tanjungbalai.

Sebelumnya, Kabag Perekonomian Setdakot Tanjungbalai sudah menyatakan dengan tegas, bahwa di Kota Tanjungbalai ada 4 agen LPG 3 Kg yang membawahi 117 pangkalan dan 4 outlet dengan jatah atau DO dari Pertamina sebanyak 560 tabung per hari untuk setiap agen. Hal itu sduah mencukupi kebutuhan warga.

Pemko Tanjungbalai melalui Kasubag Pengembangan Usaha Ekonomi juga telah mengingatkan agen dan pangkalan tidak menjual LPG 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET).

Sebelumnya, hasil monitoring evaluasi dan pengawasan Pemko Tanjungbalai menemukan gas LPG 3 Kg di beberapa lokasi di Wilayah Kota Tanjungbalai dijual dengan harga bervariatif mulai Rp20.000-Rp23.000 per tabung. Sementara harga di pangkalan berkisar Rp17.000-Rp19.000 per tabung. Harga tersebut jauh berbeda dari HET yaitu Rp16.000 per tabung.(gus/ino)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY