ilustrasi
Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)- Ternyata AM pelaku pemerkosaan terhadap nenek lumpuh berinisial RH (87) di Tanjungbalai berprofesi sebagai guru. Selain itu, tersangka juga memiliki bisnis depot isi air ulang.

Informadi diperoleh, nenek yang diperkosa itu warga Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Sumut. Pihak keluarga koeban yang mengetahui kejadian itu langsung geram dan melaporkan tersangka ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Tanjungbalai.

Perbuatan tersangka terungkap setelah seorang saksi CH yang juga merupakan tetangga nenek itu melihat langsung kejadian pencabulan itu Selasa (29/1/2019) lalu dan memberanikan diri melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan setempat.

Sementara pelaku berinisial AM diketahui merupakan pria beristri sudah kabur dan tidak pernah terlihat lagi di Kota Tanjungbalai sejak terungkapnya kasus tersebut.

Dari keterangan saksi CH, kecurigaannya berawal ketika AM sering kerumah nenek RH yang berusia 87 tahun itu dengan modus membawa piring berisi minyak dengan alasan ingin membantu memberikan pertolongan dengan mengurut si nenek yang sudah lumpuh tersebut.

“Hari Selasa (29/1/2019) lalu bang. Waktu itu nampakku si pelaku ini masuk ke rumah nenek itu, tapi sudah lama tak kunjung keluar. Lama dia di dalam tak keluar-keluar jadi menambah kecurigaan ku makanya aku mengambil kesimpulan untuk mengintai bang dari depan pintu rumah si nenek,” cerita CH kepada wartawan yang memintai keterangan saksi dugaan pencabulan tersebut.

Diceritakannya, setibanya di kediaman si nenek, dirinya kaget karena melihat AM dan si nenek sudah dalam keadaan telanjang sedangkan AM dalam keadaan celananya berada di lutut sedang berdiri dan memaksa nenek renta itu melakukan hubungan seks.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai SIK melalui Kasubag Humas, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa seorang nenek ada membuat laporan terkait perbuatan cabul terhadap dirinya.

“Iya benar, masih dimintai keterangannya dan sampai saat ini masih belum dilakukan pemeriksaan si korban dan saksi-saksi,” jawabnya. (mdc/tsn/yaf)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY