Petani jeruk lemon Frengki Pasaribu. (darwin manalu)
Loading...

TAPUT (medanbicara.com)-Petani jeruk lemon di Kabupaten Tapanuli Utara mulai malas panen dikarenakan harga jeruk lemon anjlok. Menurut pengakuan mereka, harga lemon yang semakin anjlok itu tidak seimbang lagi dengan kebutuhan pupuknya.

“Kita jadi malas untuk memanen walau sudah matang. Sebenarnya sayang kalau dibiarkan. Harganya terus menurun,” ujar Lobirin Nababan (60), warga Desa Paniaran, Kecamatan Siborong-borong saat bincang-bincang dengan wartawan, Minggu (30/6/2019).

Menurut Lobirin yang memiliki lahan perkebunan lemon seluas 2 hektar itu, tidak tahu penyebab harga lemon yang semakin anjlok.

“Kemarin saya baru jual 60 Kg dengan harga Rp5 ribu per kilonya. Saya terpaksa menjualnya, karena tidak tega melihat buah lemon sudah berjatuhan ke tanah dan membusuk,” terang Lobirin.

Sudah tiga tahun saya bertani lemon, belum pernah merasakan harga yang memuaskan. Kami menginginkan pemerintah di Taput turun tangan mengatasi masalah harga lemon yang semakin anjlok.

Keluhan yang sama diungkapkan Frengki Pasaribu (27), warga Desa Hutaraja, Kecamatan Sipoholon yang akan memulai panen lemon.

“Seminggu lagi saya akan mulai panen. Mudah-mudahan harga lemon ada peningkatan,” ungkapnya. (win)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY