Walikota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua. (sut)

GUNUNGSITOLI (medanbicara)- Salah satu situs sejarah perjuangan masyarakat Nias yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli akan dipugar.

Pemugaran Tugu Meriam dimaksudkan mengingat peningkatan konstuksi jalan dari tahun ke tahun semakin bertambah.

Walikota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua mengatakan, bila setiap tahun akan terjadi peningkatan jalan maka dikuatirkan lama kelamaan situs Tugu Meriam akan sama tingginya dengan permukaan jalan.

“Kita akan tinggikan kira-kira 50 cm tugu agar kelihatan menarik sehingga dapat menambah nilai keindahan Kota Gunungsitoli,” ujarnya, usai melakukan peninjauan proses pembangunan Tugu Durian di Taman Ya’ahowu, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Sekertaris Daerah Kota Gunungsitoli, Ir Agustinus Zega. Ia menjelaskan, pemugaran Tugu Meriam dilakukan dari sisi konstruksi saja karena sudah kelihatan retak dan lapuk. Warnanya pun sudah mulai pudar.

“Struktur dan bentuknya disesuaikan menurut keaslian. Direlif sederhana memakai motif kotak-kotak. Sedang keramiknya diupayakan dari batu alam.

“Posisi meriam tetap seperti semula. Dan ditambah pemasangan prasasti. Sehingga diharapkan pelestarian situs bersejarah ini menambah nilai estetika kota,” tandas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Nias ini.

Walikota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua berharap agar pemugaran situs sejarah Tugu Meriam dapat diterima oleh semua pihak demi untuk menarik keindahan Kota Gunungsitoli yang kita cintai ini.

Sementara itu, menurut informasi Tugu Meriam yang ada di Nias ada 3. Satu berada di depan Pendopo Bupati Nias. Semula Meriam tersebut berada di lapangan merdeka tapi entah bagaimana kemudian dipindahkan di depan Pendopo.

Kedua, Tugu Meriam yang terletak di Kampung Baru Kelurahan Ilir yang saat ini sedang dilakukan pemugaran.

Dan ketiga, Tugu Meriam yang berlokasi di desa Mudik.(sut)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY