Bupati Paluta Andar Harahap dan Wakil Bupati Hariro Harahap sewaktu dilantik tahun lalu. (http://padanglawasutarakab.go.id)
Loading...

PALUTA (medanbicara.com)- Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menangkap Wakil Bupati Padanglawas Utara bersama tiga belas orang lain yang membawa uang diduga untuk menyogok warga.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Alexander Piliang mengatakan, awalnya polisi menangkap empat orang laki-laki yang menumpang sebuah mobil Toyota Kijang warna kuning dengan nomor polisi BK 1462 YG atas nama SA pengemudi, MH, FIM dan R.

Dari mereka ditemukan amplop sebanyak 87 lembar yang masing-masing berisi uang Rp200 ribu beserta kartu nama atas nama Masdoripa Siregar, dan tiga buah telepon genggam.

Interogasi lebih lanjut didapat informasi bahwa amplop tersebut mereka peroleh dari seorang laki-laki yang dia ketahui bernama FH dari salah satu rumah yang beralamat di Jalan SM Raja, Lingkungan I Partimbakoan, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.

Sesampainya di tempat dimaksud, berhasil diamankan sebanyak sepuluh orang laki-laki dewasa yang setelah ditanya diketahui masing-masing bernama Fajar Harahap, Ali Asman Siregar, Sutan Kumala Siregar, Khairul Afandi Siregar, Harianto Harahap, Muhammad Rifai Harahap, Hasanuddin Simbolon, Irfan Harahap, Mara Laut Siregar, dan Hariro Harahap yang merupakan Wakil Bupati Padanglawas Utara.

Alexander menjelaskan dari dalam rumah tersebut diamankan amplop sebanyak 118 buah dengan isi dalam amplop uang bervariasi dengan besaran antara Rp150 ribu, Rp200 ribu hingga Rp300 ribu serta 1 buah kartu nama Caleg DPRD Kabupaten Paluta Partai Gerindra nomor urut 3 Dapil I Kecamatan Padang Bolak dan Kecamatan Portibi Masdoripa Siregar.

Masih kata Alexander, hasil penggeledahan di dalam rumah tersebut berhasil diamankan antara lain, laptop dua unit, printer satu unit, stempel berlogo Partai Gerindra sebanyak 1 buah, stempel berlogo Prabowo-Sandi sebanyak satu buah, kalender caleg inisial MA sebanyak sebelas buah.

Lalu, slip transaksi perbankan penarikan dana Bank BRI dan Bank Sumut, satu eksamplar bukti dukungan terhadap caleg, satu buah kalkulator, stok amplop kosong yang telah tersedia, ponsel, hekter, pulpen, kwitansi dan foto kopi KTP pendukung.

“Wakil Bupati sudah diamankan ke Polres bersama 13 orang lainnya. Total ada 14 yang sudah diamankan ke Polres Tapsel untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut,” pungkas Alexander.

Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mengungkapkan ada 4.000 amplop yang akan disebar dalam serangan fajar, yang akan dilakukan tim sukses dari calon Legislatif bernama ‎Masdoripa Siregar nomor urut 3 dari Partai Gerindra untuk pemilihan di Padang Lawas Utara atau Paluta, Sumatera Utara.

“Kita dapat kwitansi penerimaaan, amplop yang sudah tersebar oleh timses 2.582 amplop yang sudah beredar ke timses untuk nama yang terdata,” kata Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini dalam keterangan persnya, Senin (15/4/2019).

“Isinya Amplop Rp200 ribu hingga Rp250 jadi diperkirakan hampir setengah miliar lebih,” ungkap Irwa.

Lebih lanjut, ‎Polisi mengamankan Wakil ‎Bupati Padang Lawas Utara, Hariro Harahap yang merupakan suami dari Masdoripa. Ia diamankan bersama 13 orang lainya, masing-masing berinsial SB (Pengemudi), MH, FIMH, RZ, FH, AAS, SKS, KAS, HH, MRH, HS, IH, dan MLS. Keseluruhan merupakan tim sukses dari istri Hariro.

Mereka diamankan secara terpisah di Kabupaten Paluta, Senin dini hari, 15 April 2019, sekitar Pukul 02.30 WIB.‎ Didapatkan kurang lebih 87 amplop di dalam ada uang kemudian ada salah satu kartu nama caleg yang ada di kabupaten Paluta.

“Dari jumlah barang bukti yang ada, kita dapat amplop berisi uang 118 amplop,” beber Irwa.

Irwa menduga sudah banyak amplop yang dibagikan oleh timses Caleg Gerindra itu. Jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai 4 ribu menurut informasi diterima petugas kepolisian.

‎”Informasi yang kita terima ada 4.000 amplop lah,” terang Irwa.

Masih kata Irwa, seluruh pihak diamankan bersama Wakil Bupati Paluta akan diserahkan kepada Bawaslu untuk dilakukan penyidikan oleh pihak Gakkumdu dan melanjut proses hukum.

‎”Orang yang kita amankan 14 orang dan di antaranya ketua DPD Gerindra Paluta. Langkah yang kita lakukan selanjutnya adalah menyerahkan barang bukti dan orang yang diamankan ke Bawaslu,” tuturnya.

“Kalau pun tidak diketahui sumber dananya darimana, berarti ada undang-undang money laundry yang bisa dipakai oleh kepolisian,” pungkas Irwa.(trb)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY