Korban saat dibawa ke rumah sakit. (raw)
Loading...

PADANGSIDIMPUAN (medanbicara.com)-Personel Polres Padang Sidempuan bernama Aiptu Martin Sembiring (54) kritis ditabrak pengemudi mobil, di Jalan Umum HT Rijal Nurdin Km 7, Desa Purba Tua, Kecamatan Psp Tenggara, Kota Padang Sidimpuan, Sumut, Sabtu (20/4/2019).

Akibatnya, korban yang seharinya bertugas Bhabinkamtibmas Desa Tarutung, Padang Sidimpuan ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Materna Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Aiptu Martin Sembiring ditabrak mobil, Sabtu (20/4) kemarin ketika mengendarai sepeda motor usai pengamanan Pemilu,” ujar Kapolres Padang Sidimpuan, AKBP Hilman Wilayah kepada wartawan.

Ia mengatakan setelah menabrak korban, pengemudi mobil kabur meninggalkan Martin yang terluka parah. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap pengendara mobil,” ujarnya.

Hilman menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, sekita pukul 21.45 WIB, Aiptu Martin meminta izin istirahat pulang kepada Koordinator Pengamanan AKP CJ Panjaitan karena merasa pusing, saat Rapat Pleno Terbuka perhitungan suara di Kantor Camat Psp Tenggara, Padangsidimpuan.

Aiptu Martin sendiri, sebagaimana yang diketahui telah bertugas melakukan pengamanan TPS pada 17 April dan pengawalan kotak suara pada 18 April lalu.

“Namun dalam perjalanan ia diduga disenggol oleh mobil, sehingga sepeda motornya oleng ke kiri dan menyenggol seorang remaja bernama Ali Hamzah Sitompul (17). Aiptu Martin sendiri selanjutnya mengalami luka pada lutut, wajah, dan bengkak di kepala belakang, dan tak sadarkan diri,” jelasnya.

Akan tetapi, mengingat lukanya yang parah, sambung Hilman, pada pukul 01.15 WIB, korban pun dirujuk ke Rumah Sakit Materna Medan. Dari hasil pemeriksaan Rongen diketahui bahwa ia telah mengalami pecah pembuluh darah.

Hilman menambahkan, angka kesadarannya saat ini hanya berada di angka 5, sedangkan kesadaran normal berada di angka 15. Dari pemeriksaan pula, diketahui terdapat pendarahan di otak bagian kiri dan kanannya.

“Hingga saat ini Aiptu Martin Sembiring belum sadar dan para dokter berusaha terus memberikan penanganan medis lebih lanjut,” tandasnya. (raw)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY