BNNP Ungkap Pabrik Sabu di Rumah Pasutri, Dikendalikan dari Lapas, 1 Ditembak Mati, Hasilnya Bisa Beli…

Tersangka saat dipaparkan BNNP. (msc)

MEDAN (medanbicara.com)–Pabrik narkoba yang melibatkan dua napi Lapas Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, diungkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut. Seorang tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan dan berusaha melarikan diri.

Para tersangka yang ditangkap hidup dan sejumlah barang buktinya dipaparkan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Marsauli Siregar.

“Pengungkapan ini berawal dari ditangkapnya pasangan suami istri (pasutri) MM dan ZL yang diduga sebagai pengedar narkoba di kediamannya, Komplek BTN, Desa Sukamaju, Deli Serdang,” terang Brigjen Marsauli dalam konferensi pers di kantornya, Senin (17/9/2018).

Dari rumah pasutri itu ditemukan pabrik mini pembuatan sabu. Petugas juga menyita 7 botol sabu cair dan sejumlah peralatan pembuatan sabu.

“Dari keterangan suami istri itu, petugas kemudian meringkus dua napi Lapas Tanjung Gusta, yakni ZK dan MR. Diduga keduanya merupakan pengendali sekaligus marketing narkoba dari dalam lapas,” tambahnya.

Petugas kemudian memeriksa ZK dan MR. Hasilnya, The Big Bosnya merupakan MA, yang kemudian ditangkap BNNP Sumut di kawasan Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Pengembangan pun dilakukan, dan petugas kembali menangkap BYK dari Lapas Tebing Tinggi sebagai pembeli sabu jaringan ini.

“Sabu yang dibeli BYK diantar oleh dua rekannya, ZF dan RZ yang bertugas sebagai pengirim sabu ke BYK. Dari tangan ZF dan RZ, petugas berhasil menyita 2 Kg sabu yang dikemas teh hijau China,” imbuhnya.

Saat akan dilakukan pengembangan lebih lanjut, tersangka BYK berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak, dan tewas saat akan dibawa ke rumah sakit. Selain barang bukti sabu, petugas juga menyita barang bukti lain yang diduga dari hasil penjualan sabu, di antaranya surat tanah, mobil mewah jenis Rubicon, paspor dan buku tabungan.

“Dua napi Tanjung Gusta sebagai pengendali dan marketing. Mereka ini memiliki jaringan luas dan dipercaya. Makanya dipakai MA. Dan, napi Lapas inilah yang mencari dan memerintahkan kurirnya yang ada di gudang untuk mengantarkan kepada orang-orang yang akan mengirim ke orang lain,” tandasnya.

“Dua napi Tanjung Gusta sebagai pengendali dan marketing. Mereka ini memiliki jaringan luas dan dipercaya. Makanya dipakai MA. Dan, napi Lapas inilah yang mencari dan memerintahkan kurirnya yang ada di gudang untuk mengantarkan kepada orang-orang yang akan mengirim ke orang lain,” tandasnya. (msc)

Mungkin Anda juga menyukai