Astaga! Pria Ini Cekik dan Bekap Anak Janda Calon Istrinya Sampek Tewas, Begini Kronologisnya…

MEDAN (medanbicara.com)-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang mengungkap kematian Aliando Saragih (4), warga Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian ternyata pelakunya adalah pacar ibunya sendiri, Alisaba Nazara (41) warga Jl. Luku I Gang Kali Nomor 10 Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Medan. Astaga…!

Informasi yang dikumpulkan, korban dibunuh dengan cara dianiaya dan dicekik. Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan kasus pembunuhan itu terjadi Kamis (21/11/2019) sekira pukul 13.40 WIB.

Saat itu, pihak Rumah Sakit Kasih Insani Delitua yang sempat menangani korban melaporkan kejadian dugaan pembunuhan ke Polsek Namorambe sekira pukul 15.00 WIB. Setelah mengetahui informasi itu selanjutnya Kapolsek Namorambe, AKP Binsar Naibaho dan anggotanya pun datang ke rumah sakit.

“Setelah cek ke rumah sakit lanjut cek Tempat Kejadian Perkara (TKP di Kios Pangkas Rapi Dusun II Desa Ujung Labuhan. Tersangka ini memang bekerja sebagai tukang pangkas. Saat itu pihak rumah sakit menyatakan kalau korban meninggal dunia karena pada tubuh korban juga ditemukan bekas luka memar pada bagian pipi kanan dan kiri dan pada bagian lehernya,”ujar Rafles kepada wartawan, Jumat (22/11/2019) pagi.

Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Ibu korban, Dorlida Simamora (35) mengatakan bahwa pada saat kejadian itu dirinya sedang tidak ada di lokasi kejadian. Ia mengakui bahwa tersangka Alisaba Nazara adalah pacarnya yang rencananya akan menikahinya dalam waktu dekat.

Disebut kalau ia dan suaminya Ansarih Saragih telah berpisah kurang lebih satu tahun belakangan.

“Jadi Dorlida dan korban tinggal bersama kurang lebih dua Minggu ini. Tinggalnya di kios pangkas tempat kejadian. Pada saat pukul 11.00 WIB ibunya ini sempat pergi untuk bekerja sebagai tukang gosok pakaian. Ketika ditinggalkannya anaknya ini masih dalam keadaan sehat. Baru sekira pukul 13.30 WIB dia kembali pulang,” kata Rafles.

Ditambahkan Rafles kalau setibanya di kios pangkas yang mereka jadikan tempat tinggal itu, Dorlida sempat menanyakan keberadaan anaknya. Pada saat itu tersangka sempat menjawab, bahwa anaknya tidur di kamar dan sudah dimandikan dan ditidurkan. Saat dilihatnya nampak bahwa anaknya itu memang dalam keadaan berbaring.

“Lalu ibunya ini membangunkan korban namun tidak kunjung bangun dan tidak bergerak. Dilihatnya memang ada luka memar di pipi dan leher korban. Sempat ditanyakan ya keadaan korban sama tersangka ini dan diajak untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi rupanya saat itu tersangka ini menjawab sudah meninggal dia itu dek. Tapi ibu korban ini tetap memaksa untuk membawa anaknya ke rumah sakit,”ungkap Rafles.

Dari rumah sakit Kasih Insani Delitua polisi pun membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu para saksi-saksi langsung dibawa ke Polsek Namorambe. Barang-barang milik korban yang ditemukan di TKP juga ikut dibawa seperti baju kaos dan celana kolor yang telah dicuci.

“Hasil otopsi lisan penyebab kematian dicekik atau dibekap. Setelah kita interogasi panjang sekitar 6 jam, tersangka akhirnya mengaku. Tersangkanya ini agak gila. Dia cemburu sama korban.
Katanya ibu sama anak ada main kayak suami istri. Jadi biar mamaknya enggak rusak, dibunuhlah anak itu. Sudah hampir setahun ini ibu korban dan tersangka pacaran dan mereka mau menikah.
Tersangka ini cemburu enggak jelas sama si anak,”kata Rafles.(trb/mdn/com)

Mungkin Anda juga menyukai