Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Yayasan Sari Asih Nusantara, Rusmani Manurung Tak Penuhi Panggilan Pertama Polisi, Ngaku Sakit Gula, Kolesterol, Darah Tinggi dan Asam Urat

Deli Serdang (medanbicara.com) -tidak memenuhi panggilan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deli Serdang pada Kamis (1/7/2021) lalu, atas dugaan penggelapan uang ratusan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Yayasan Sari Asih Nusantara, Jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Rusmani Manurung mengaku sedang sakit. Tidak tanggung-tanggung, dia mengaku mengidap empat penyakit.

“Saya sakit gula, kolestrol, darah tinggi dan asam urat,” ujar mantan anggota DPRD Deli Serdang dua periode ini ketika dikonfirmasi wartawan via pesan WhatsApp (WA), Sabtu (3/7/2021).
Ditanya, apakah surat panggilan kedua yang dilayangkan Polresta Deli Serdang sudah diterimanya, Rusmani mengaku belum.

“Panggilan kedua belum ada saya terima, tapi saya sudah kasih janji hari Selasa (6/7/2021), karena hari Senin (5/7/2021), saya sidang pertama di Pengadilan Niaga. Terima kasih,” jawabnya.

Disinggung soal apa sidang di Pengadilan Niaga, Rusmani mengatakan tentang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). “Soal PKPU itu,” jawabnya.

Rusmani sempat menjelaskan, masalah yang terjadi sebenarnya di yayasan, bukan di koperasi simpan pinjam. Dijelaskannya, antara yayasan dan KSP adalah dua hal berbeda. “Maaf, anggota KSP kurang lebih 100 orang,” katanya.

“Biar saya luruskan ini ya. Ada dua usaha ini, yayasan dan KSP. Yayasan sudah berdiri 33 tahun mulai 1988 dan selama ini tidak ada masalah. Situasi Covid ini membuat perputaran ekonomi sangat hancur, 32 tahun tidak ada masalah. Makanya saya mengajukan PKP ke Pengadilan Niaga dan diterima,” terangnya.

“Sekarang lagi berproses dan 45 hari mereka bekerja. Kalau saya penipu, berarti saya lari. KSP baru berdiri satu setengah tahun. Artinya, jangan digabung karena badan hukumnya jelas berbeda,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, penyidik pun kembali melayangkam surat panggilan kedua. “Makanya kita mau kirimkan panggilan kedua. Hari ini kita kirimkan. Untuk pemeriksaanya, Selasa 6 Juli 2021,” kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus saat dihubungi, Jumat (2/7/2021).

Mencuatnya dugaan penggelapan uang nasabah ini, ketika ratusan nasabah mendemo kantor KSP Yayasan Sari Asih Nusantara, Jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Senin (28/6/2021).

Setelah dari situ, ratusan nasabah merengsek ke Mapolresta Deli Serdang. Kebetulan, sore harinya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra datang ke Mapolresta Deli Serdang. Nah, saat mobil yang membawa orang nomor satu di Polda Sumut itu hendak keluar dari Mapolresta Deli Serdang, ratusan nasabah menghadangnya. Karena dihadang begitu, Irjen RZ Panca Putra lantas menjawab aspirasi nasabah akan menjadi atensi. (man)

Mungkin Anda juga menyukai