Korban setelah diturunkan dari gantungan. (mdc)
Loading...

DELISERDANG (medanbicara.com)-Wagino (45), warga Pondok Penara, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, tewas dengan kondisi tergantung di kamar rumah mertuanya, di Jalan Beringin, Pasar 7 Tembung, Gang Aren, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten deliserdang, Senin (4/3/2019) pagi.

Pria yang kesehariannya bekerja mocok-mocok itu bersama sang istri, sebelumnya berkunjung ke rumah mertuanya tersebut dan menginap di sana.

Ceritanya, Senin (4/3/2019) pagi, sang istri Nur Aidah (33), bangun lebih awal daripada suaminya Wagino. Dia pun membuatkan teh manis untuk minuman suaminya.

Setelah beberapa lama ditunggu, ternyata Wagino tak kunjung muncul hingga sekira pukul 8.00 Wib. Disangka masih tertidur, Nur Aidah melihat ke kamar mereka menginap, namun tak melihat suaminya di sana.

Penasaran, Nur Aidah kemudian terus mencari hingga ke kamar orangtuanya. Di situ wanita tersebut langsung kaget bukan kepalang, ketika melihat melihat suaminya sudah tergantung dengan seutas tali nilon.

“Saat ditemukan istrinya, korban masih bergerak tergantung di kamar mertua,” beber Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Ipda Supriadi, kepada wartawan.

Panik melihat keadaan suaminya, Nur Aidah langsung berteriak memanggil ibunya Yusni (60) lalu menghambur ke dapur untuk mengambil pisau. Dia berniat menurunkan suaminya dari tali tersebut.

Sayang, ketika wanita itu berhasil memotong tali yang menjerat leher suaminya, Wagino sudah tak bernyawa lagi. Mereka kemudian memanggil para tetangga yang kemudian melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Tak lama, personel Polsek Percut Seituan tiba di lokasi diiringi tim Inafis Polrestabes Medan. Petugas langsung mengamankan TKP dan barang bukti.

“Dari hasil pemeriksaan oleh Inafis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban,” ujar Supriadi.

Sementara itu, Nur Aidah sendiri maupun saksi lainnya, tak satu pun yang mengetahui motif Wagino nekat mengakhiri hidupnya.

“Istrinya sendiri pun tak tau kenapa korban gantung diri. Namun keluarga korban yang diwakili istrinya membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi dan tidak keberatan atas kejadian tersebut. Kita hanya mengamankan seutas tali nilon warna biru,” jelas Ipda Supriadi. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY