Jembatan Telan Korban Jiwa, Sudah Roboh 4 Hari, Ditinjau Pemkab Deli Serdang Tapi Belum Diperbaiki

Jembatan yang putus. (Ist/man)

Deli Serdang (medanbicara.com)- Hingga Senin (14/12/2020) pagi Tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap, Imam Hanafi (20), karyawan mini market yang masuk ke sungai saat mengendarai sepedamotor, Minggu (13/12/2020) sekira pukul 05.50 Wib.

Menurut penuturan Waris (54), di lokasi jembatan putus di Jalan Sultan Serdang, Gang Rambutan Dusun VI, Desa Dalu XA, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, jembatan itu dibangun oleh PTPN 2 sekitar tahun 1985 dan diaspal oleh Pemkab Deli Serdang.

Sejak diaspal, jembatan yang menghubungkan Tanjung Morawa-Tembung itupun kerap dilalui truk yang mengangkut tanah galian C. Sehingga kuat dugaan, putusnya jembatan itu tak terlepas akibat melintasnya truk pengangkut tanah galian C.

“Tonase kan tidak sepadan dengan kekuatan jalan,” sebut Haris.

Mirisnya, sebelum kejadian yang menggegerkan itu terjadi, Rabu (9/12/2020) sekira pukul 15.00 Wib lalu, jembatan itu putus dan sejam kemudian seorang penarik becak motor, warga Gang Subur, Kecamatan Tanjung Morawa, yang melintas di lokasi itu masuk ke sungai dan tangannya patah.

Bahkan kabarnya Wakil Bupati Deli Serdang, H Yusuf Siregar bersama Camat Tanjung Morawa dan Percut Seituan sudah turun ke lokasi jembatan yang putus itu. Namun dibiarkan begitu saja tanpa membuat jalan darurat ataupun tanda-tanda, agar tidak dilintasi. Sehingga warga yang melintas tidak tahu jika jembatan sudah putus sehingga menelan korban.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Kabupaten Deli Serdang, Haris Binar Ginting ketika dikonfirmasi membenarkan Wakil Bupati Deli Serdang, H Yusuf Siregar, Camat Tanjung Morawa dan Percut Seituan turun ke lokasi meninjau jembatan.

Menurutnya, Wakil Bupati Deli Serdang sudah meyampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membuat tanda atau rambu, jika jembatan putus serta memperbaikinya. Ketika disinggung jika sampai sejauh ini tanda atau rambu pun tidak ada dibuat terkait putusnya jembatan itu dan belum diperbaiki sehingga menelan korban, Haris Binar Ginting menjawab akan kembali menelepon Dinas PUPR Deli Serdang.

“Biar ku telepon dulu Dinas PUPR ya,” katanya. (man)

Mungkin Anda juga menyukai