Karantina Pertanian Medan Dukung & Selalu Awasi Ekspor PPKS

MEDAN (medanbicara.com) – Karantina Pertanian Medan mendukung penuh eskpor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), karena sampai saat ini sawit menjadi primadona di luar negeri. Agar kwalitas yang disajikan qualified, maka Karantina Pertanian Medan terus mengawasinya agar terhindar dari hama dan penyakit.

“Kami Karantina Medan selalu mengawasi setiap ekspor kecambah agar menjadi terbaik dan bebas penyakit,” ucap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Lenny Hartati Harahap di halaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Sabtu (17/9/2022).

Lenny juga sangat mendukung ekspor yang dilakukan PPKS Medan. Untuk itu, Karantina menjamin proses dari awal sampai akhir sehingga ekspor benih sawit benar-benar bebas dari hama penyakit sehingga bisa disertifikasi. Kalaupun kita temukan cendawan pada benih, Karantina Pertanian akan perendaman, sehingga bebas dari cendawan.

“Benih Sawit harus bersih dari Cendawan dan virus,” sambung wanita yang murah senyum ini.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, M Edwin Syahputra Lubis mengatakan, pihaknya mengekspor 600.000 Kecambah Sawit ke India. Untuk itu, mereka selalu berkolaborasi dengan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan dan memberikan edukasi kepada petani agar selalu menggunakan benih-benih unggul.

Menanggapi ekspor tersebut, Itjen Kementan, Jan Samuel Maringka mengatakan, hingga saat ini sawit tetap menjadi komoditas primadona untuk ekspor.


Tentunya kita tidak dapat menampiknya bahwa ini adalah suatu kesempatan mempertahankan Indonesia sebagai sumber lumbung sawit dunia.


Karena itu, upaya itu (ekspor) dilakukan tidak hanya di produksi saja, konteks peremajaan juga harus dilakukan.

“Dukungan nyata menyediakan bibit-bibit yang berkualitas sehingga program-program peremajaan sawit ini bisa dapat terus berjalan secara berkesinambungan,”pungkasnya saat kunker ke PPKS Medan. (rel/za)

Mungkin Anda juga menyukai