Bupati LIRA Kabupaten Deli Serdang Yahya Saragih SH. (ist)
Loading...

DELISERDANG (medanbicara.com)- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deli Serdang periode 2019-2023 sudah dilantik di Balairung Pemkab Deli Serdang, Jumat (13/9/2019).

Semua pihak berharap pengurus baru dapat membina dan menciptakan atlet berprestasi di Kabupaten Deli Serdang. Karena beberapa tahun belakangan, prestasi olahraga di Deli Serdang terkesan mandek.

Dahaga masyarakat Deli Serdang agar ada atlet berprestasi dari Kabupaten yang memiliki APBD Rp4 triliun itu sepenuhnya menaruh harapan di pundak pengurus baru KONI Deli Serdang yang dinakhodai Khairullah Siregar SPdi sebagai Ketua Umum, sekretaris Umum Desa Arizona dan Bendahara Umum Agustinus Situmorang SPd.

Elemen masyarakat seperti LSM pun mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus KONI Kabupaten Deli Serdang. Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Deli Serdang, Yahya Saragih SH saat dimintai tanggapannya menyebutkan jika KONI Kabupaten Deli Serdang yang pengurus barunya sudah dilantik jangan sebagai lips service.

Tanggungjawab KONI Deli Serdang sangat besar, bagaimana mengayomi atlet beberapa cabang olahraga yang harus dibina dan terpimpin. Atlet yang dibina harus benar-benar memiliki kualitas bukan kuantitas

Lanjut Yahya Saragih SH, banyak atlet-atlet di pedalaman atau kampung punya potensial tapi karena tidak dekat dengan pengurus KONI atau pengurus cabang olahraganya itu akhirnya tenggelamn. Ketika ada penseleksian karèna dekat dengan pengurus KONI atau manajer cabang olahraga akhirnya tak terayomi.

“Bagaimana pengurus KONI yang baru ini bisa menciptakan cabang olahraga mampu bersaing di tingkat nasional. Tidak hanya lips service. Selesai dilantik lalu vakum. Habis dilantik gaya-gayaan pakai baju seragam. Stagnan (berhenti). Yang diharapkan masyarakat apa? Banyak atlet dari pedalaman atai kampung yang tak dilirik, fit back bagi atlet berprestasi itu dari KONI apa? Tunjukkanlah,” sebutnya

Ditambahkannya, pengurus yang baru tidak hanya membawa Kabupaten Deli Serdang, harus jelas programnya, pembinaan atlet juga harus jelas dan sasarannya kemana.

“Anggaran harus jelas, tidak memperkaya diri dan tidak masuk kantong pribadi. Ini perlu instropeksi bagi pengurus KONI yang baru. Sebagai masukan, dibuat suatu sekolah atlet seperti di negeri tirai bambu. Misalnya, kalau sepak bola, bola voli, bulutangkis atau catur yang berpotensi yang harus benar-benar dibina. Apalagi APBD Kabupaten Deli Serdang Rp4 triliun, kok tidak bisa menciptakan atau mencetak atlet berprestasi?” ungkapnya. (man)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY