Pulang Dari Pesta, Kernet Alat Berat Dipukul 2 Pria Naik Mobil Pakai Kunci Roda, Begini Kondisinya…

Deli Serdang (medanbicara.com) -Rio Saputra (25), kernet alat berat, warga Dusun Perwira, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, nyaris tewas akibat dihantam pakai kunci roda.

Kapolsek Beringin Polresta Deli Serdang, melalui Kanit Reskrim Polsek Beringin, Iptu Randy Anugrah kepada wartawan, Senin (5/7/2021) menjelaskan, peristiwa yang menimpa korban bermula setelah korban pulang dari hajatan salah seorang warga Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi, di Dusun Mesjid, Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Minggu menjelang subuh (4/7/2021), pukul 04.30 WIB.

“Berdasarkan keterangan korban, berawal dari korban bersama rekannya, Ali, sepulang dari acara pesta di Batang Kuis, korban hendak pulang ke rumahnya,” jelas Randy.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban dipepet satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam yang tidak diketahui nomor platnya.
“Kemudian korban tancap gas dengan sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya. Namun, korban tiba-tiba memperlambat laju sepeda motornya untuk memutar balik,” imbuh Randy.

Saat korban memperlambat laju sepeda motornya, tiba-tiba pelaku yang di samping sopir mengeluarkan kunci pas roda, lalu memukul kepala korban.

Akibat pukulan tersebut, korban oyong dan menabrak pembatas jalan dan meluncur ke sawah di seputaran TKP. “Selanjutnya, korban menuju Rumah Sakit (RS) Patar Asih, guna mendapat penanganan medis,” jelasnya.

Ditanya soal kabar yang menyebutkan pelaku lebih dua orang, Randy belum bisa memastikannya. Karena, dari keterangan korban dan saksi, Ali, mereka tidak begitu jelas melihat pelaku dan mobil yang dikendarainya karena saat itu gelap gulita.

“Kita belum bisa memastikan, karena korban juga belum begitu sadar. Baik korban dan saksi mengaku, tidak begitu tahu karena saat kejadian suasananya gelap. Kita masih melakukan penyelidikan,” jelas Randy.

Randy juga menyebutkan, saat kejadian korban dalam kondisi mabuk. “Itulah, pulang dari pesta, korban dalam kondisi mabuk. Lantas, terjadilah penganiayaan itu. Kita belum tahu, karena korban masih sulit dimintai keterangan,” jawabnya.

Saat ini, kata mantan Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kita masih penyelidikan, karena ini bukan begal. Tidak ada barang-barang korban yang diambil pelaku,” ucapnya.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sejumlah luka, di kepala, dada, leher dan tulang tangan kirinya patah. (man)

Mungkin Anda juga menyukai