Sopir Truk Penabrak Anggota Satlantas Polresta Deli Serdang Ditangkap di Riau, Ini Pengakuannya…

Kasat Lantas Polresta Deli Serdang, Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas, AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops, Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka, Iptu Romi dalam paparannya, Jumat (20/3/2020) sore. (man)

DELISERDANG (medanbicara.com)-Hampir 3 bulan dicari Polresta Deli Serdang, Sunaryo (29), warga Dusun II Desa Sukamulia, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, ditangkap Sat Lantas Polresta Deli Serdang dari rumah Pakleknya, di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Propinsi Riau, Rabu (18/3/2020).

Sopir pengangkut batu bata itu menabrak personel Sat Lantas Polresta Deli Serdang Bripka Suryanto, di Jalinsum Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (25/12/2019) sekira pukul 13.15 Wib. Polisi berpangkat bintara itupun tewas di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polresta Deli Serdang, Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas, AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops, Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka, Iptu Romi dalam paparannya, Jumat (20/3/2020) sore menyebutkan, untuk mengetahui keberadaan Sunaryo, pihaknya bekerjasama dengan IT Mabes Polri untuk melacak posisi nomor HP milik Sunaryo.

Awalnya pengejaran dilakukan ke daerah Perbaungan Kabupaten Sergai lalu ke daerah Tebing Tinggi. Namun Sunaryo tidak ditemukan. Selanjutnya dilakukan lagi pelacakan posisi nomor HP-nya dan sempat terdeteksi di kawasan Belawan. Namun Sunaryo tidak ada tapi HP miliknya digunakan oleh pacarnya.

Akhirnya Rabu (28/3/2020), posisi Sunaryo dipastikan di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Kerjasama dengan personel Bhabinkamtibmas dan Reskrim di sana, Sunaryo berhasil diamankan dari rumah Pakleknya bernama Suarmin. Guna pemeriksaan, Sunaryo diamankan ke komando.

“Tersangka Sunaryo dijerat Pasal 310 ayat (2), (3) ,(4) subs pasal 312 UU RI Nomor 22 tentang lalu lintas dengan ancaman hukuman 6 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu Sunaryo kepada sejumlah awak media menyebutkan, saat kejadian dia dari Medan mau ke Pagar Merbau. Tiba di lokasi kejadian, stir truk colt diesel tetap mengarah ke kanan dan tak bisa dikendalikan.

Duda dua anak inipun tidak tahu jika yang tewas ditabraknya itu adalah seorang personel Polri. Namun usai kejadian, Sunaryo pulang ke rumah lalu naik angkot dari rumah menuju Perbaungan. Kemudian ke Tebing Tinggi dan dari Tebing Tinggi naik bus menuju Pekanbaru.

Selama kabur, lanjut Sunaryo, ia tidak menceritakan kepada Pakleknya jika dia menabrak orang hingga tewas.

“Aku kerja bungkus tempe selama di Riau. Istriku dilarikan orang. Tahun 2014 lalu, aku menabrak orang yang menyeberang di depan PT Indofood Tanjung Morawa,” ujarnya. (man)

Mungkin Anda juga menyukai