Terungkap! Mobil yang Dikendarai Pensiunan Kepala Kantor Pajak Siantar Terguling Jalan Tol Tanjung Garbus Karena Pecah Ban

ilustrasi

Deli Serdang (medanbicara.com)-Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Deliserdang sudah selesai melakukan penyelidikankasus kecelakaan tunggal yang dialami oleh Jhoni Sirait (60), pensiunan Kepala Kantor Pajak Kementerian Keuangan, Kota Pematang Siantar Sumatera Utara.

Musibah yang dialami oleh korban itu terjadi pada 9 Juni 2020, tepatnya di Km 45+200 Desa Tanjung Garbus, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang.

“Berdasarkan penyelidikan akhir dan keterangan saksi-saksi, korban memang menggunakan safety belt saat itu. Saat kita datang korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Grand Med Lubuk Pakam. Diperkirakan korban meninggal di jalan. Saat itu kita langsung melakukan olah TKP dan penyebab korban kecelakaan ban sebelah kiri bagian belakang pecah," ujar Kanit Laka Satlantas Polresta Deli Serdang, Ipda Robertus Gultom, Rabu (17/6/2020).

Pihak kepolisian tidak dapat mengetahui berapa kecepatan mobil minibus Toyota Landcruiser Prado berplat B 2331 JO yang dikendarai oleh korban. Diduga karena kecepatan tinggi korban tidak bisa mengendalikan laju mobilnya dan terpaksa terguling-guling empat kali di jalur tol Tebing Tinggi menuju Medan.

"Asumsi kita karena kecepatan tinggi makanya kemudian terguling dan mundur. Air bag mobilnya enggak keluar karena terguling ke samping," kata Robertus.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Sumatera Utara, AKBP Magdalena Sirait membenarkan bahwa korban adalah abang kandungnya. Disebut kalau korban merupakan anak ke 5 dari jumlah mereka 8 bersaudara. Ia mengaku keluarga sangat kehilangan atas kepergian korban.

"Ia abang saya itu. Dia anak ke 5 dan saya anak ke 7. Begitu dapat kabar saat itu saya terkejut kali lah. Ada saudara kami yang kerja di tol mengabari saat itu. Saat itu saya pun langsung berangkat ke rumah sakit tapi di situ sudah meninggal abang saya itu," ucap Magdalena melalui telepon seluler kepada wartawan.

Mantan Kepala BNN Deli Serdang ini menyebut sosok korban di tengah keluarga sangat baik. Selama ini korban mereka jadikan role model atau panutan karena begitu idealis. Korban juga sempat mencalonkan diri sebagai Komisioner KPK pada tahun lalu. Disebut kalau korban gagal di akhir tahapan seleksi.

"Dia sebenarnya itu baru pulang dari Ajibata Tobasa. Dia baru selesai memantau renovasi rumah orang tua kami di sana. Waktu itu mau pulang ke Medan dia tapi rupanya kecelakaan di tol. Pakai safety beltnya sebenarnya dia saat itu tapi sudah kehendak Tuhan ya seperti inilah," kata Magdalena.

Korban meninggalkan satu orang istri bernama dr Amy Oppusunggu SpA dan dua orang anak laki-laki dan perempuan. Korban tercatat sebagai warga Kelapa Gading, Jakarta Utara. (man)

Mungkin Anda juga menyukai