Rencananya Akan Menikah, Anggota DPRD Siantar Diduga Tewas Gantung Diri Pakai Slang Air

Korban semasa hidup. (ist/mdc)

PEMATANGSIANTAR (medanbicara.com)–Anggora DPRD Siantar Alex Wijaya Panjaitan (29), ditemukan tewas diduga gantung diri, di kediaman salah seorang keluarganya di Jalan Kabanjahe, Kelurahan Martimbang, Siantar Selatan, Kamis (7/1/2021) sekira pukul 13.30 Wib.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu diketahui setelah kakak sepupu Alex yang menempati rumah tersebut pulang pada siang hari itu.

“Waktu kakaknya datang, pintu terkunci, dipanggil-panggil gak ada yang menyahut. Jadi didobraklah pintu depan itu,” sebut warga di lokasi.

Begitu sang kakak masuk, ia pun kaget karena melihat Alex sudah tergantung di dalam kamar. Selanjutnya, wanita itu histeris dan meminta bantuan warga setempat.

Beberapa warga kemudian melihat ke dalam dan memeriksa kondisi Alex ketika itu. Selanjutnya, Alex dibawa ke Rumah Sakit Harapan. Namun, hanya beberapa saat di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar ketika dikonfirmasi mengatakan, Alex tewas setelah gantung diri menggunakan selang air.

“Saksi datang untuk mengecek rumah sekaligus beristirahat, karena pemilik rumah sedang berada di Batam dan korban sudah sering datang ke rumah itu,” kata Edi.

Ia menjelaskan, pihak Rumah Sakit Harapan masih sempat memberikan pertolongan dengan memompa. Namun, tindakan itu tidak berarti banyak. Alex akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban diduga mengalami depresi,” tandas Edi.

Alex Panjaitan diketahui merupakan salah seorang putra dari mendiang mantan Kadisdik Pematang Siantar, Resman Panjaitan. Selama duduk di DPRD Pematang Siantar, Alex berada di Komisi II.

Salah seorang anggota DPRD Pematang Siantar yang berhasil ditemui mengatakan, bahwa selama ini Alex diketahui tertutup dan tidak banyak bicara di luar kantor.

Politisi Partai PKPI itu ternyata akan melangsungkan pernikahan pada Februari 2021 mendatang.

Hal diungkapkan abang kandung Alex, Nelson Panjaitan, saat menggelar konferensi pers di rumah duka, Jalan Bahkora, Kecamatan Siantar Marihat, Kamis (7/1/2021) sore.

Nelson yang selama ini bekerja di Azerbaijan, sebenarnya berencana pulang ke kampung halaman pada Februari mendatang, persisnya saat pernikahan Alex.

“Rencana mau pulang bulan dua (Februari). Tapi karena ibu saya juga sakit, saya putuskan balik ke Indonesia,” kata Nelson.

Meski begitu, Nelson tidak bersedia mengungkapkan dengan siapa Ketua PKPI Pematang Siantar itu akan menikah.
“Saya nggak bisa bilang menikah dengan siapa,” ujar Nelson.

Ia melanjutkan, dirinya pulang dari Azerbaijan pada 2 Januari lalu dan baru tiba di rumahnya pada 7 Januari.
“Karena Covid-19, jadi ada karantina 5 hari,” jelas Nelson.

Dalam perjalanan menuju rumahnya,dia sudah mendengar kabar meninggalnya Alex.

“Sampai di bandara, saya terima kabar beliau (Alex) sudah nggak ada (meninggal),” terang Nelson.

Soal penyebab meninggalnya anggota Komisi II DPRD Siantar itu, Nelson mengatakan bahwa almarhum mengidap penyakit.

“Dua bulan lalu sudah dengar adik saya sakit. Kurang tahu sakit apa. Karena kan saya jauh,” ucapnya.

Menurut Nelson, Alex juga tidak pernah cerita soal penyakit yang dideritanya. Alex beberapa waktu belakangan memang tinggal di rumah keluarganya, di mana dia mengakhiri hidup, karena kondisi kesehatannya yang semakin buruk.

“Kemarin juga ibu masuk rumah sakit. Kita takut ada Covid atau apa. Jadi, Alex pindah ke rumah satu lagi. Takut penyebaran Covid,” ungkapnya.

Disinggung soal kronologis kejadian yang menimpa Alex, Nelson mengaku kurang mengetahuinya.

“Kalau kronologis kurang tahu detailnya. Kakak saya yang pertama kali menemukan. Kakak saya mau ngecek beliau tadi ke rumah itu,” terangnya. (mdc)

Mungkin Anda juga menyukai