Ketua FBI Leo Situmorang Fokus Laporan Asusila dan Video Porno

MEDAN (medanbicara.com) – Banyaknya video viralnya di media sosial (Medsos) membuat rating Ketua Umum Forum Batak Intelektual (FBI) Leo Situmorang,SH, MH melejit. Unggahan videonya ditunggu-tunggu Netizen. Bahkan, Pengacara Hotman Paris Hutapea ikut mengupload videonya di Instagramnya.

Lantas, bagaimana pendapat Leo mengenai fenomena ini? Ditemui di Bandara Kualanamu, Leo menjawab Fine-fine saja. Itu menandakan bahwa kekuatiran Hotman terhadap dirinya sangat besar. Buktinya, dia terus mencari tahu jejak digital meskipun sudah sepuluh Tahun lalu. Tapi, itu tidak membuat saya gentar, Malah jadi lucu-lucuan.

“Saya jadi viral di negara ini. Dan, saya akan terus berbuat baik,”ujarnya.

Ditanya Apakah video-video tersebut membuatnya merasa tersudut atau sebaliknya, sembari tersenyum Leo menjawab sedikitpun dia tidak merasa tersudutkan, malah terbesarkan. Yang dikwatirkannya, upload-upload tersebut akan dimanfaatkan oleh para YouTuber untuk keuntungan. Pasti Followers bertambah dan berefek. Ini yang saya Kwatirkan. Dan, saya tidak pernah iri. 

“Kami tetap fokus terhadap laporan Asusila dan dugaan video Pornonya,”pungkas Leo.

Mengenai Banyaknya Netizen yang berkomentar negatif atas videonya, Leo menuturkan semakin banyak di upload, tidak ada masalah baginya. Yang jadi masalah mengapa video saya di upload-upload di Instagram Hotman Paris, ini kan menjadi keanehan. Video saya, ada di Instagramnya.

“Saya saja jarang meng-upload video ke Instagram pribadi,”tandas pria murah senyum ini.

Teranyar, lanjut Leo, adalah videonya ketika makan ikan Nila. Dikira itu ikan Mujahir padahal ikan Nila,, Hahaha. Ikan Nila itu dari suatu perusahaan yang membantu saat HUT FBI ke -1. Itu bukan Mujahir tapi Ikan Nila. Disini sudah fitnah. Saya tidak akan membalas. Sekarang biar saja dulu mengalir, nanti kami akan review apakah ada unsur pidananya.

“Saya masih muda dan pemimpin ormas besar. Saya dan rekan-rekan di FBI tetap solid. Kami maju terus,”tegasnya sembari menuju pelataran parkir Bandara Internasional Kualanamu. (Tim/Gibson) .

Sebelumnya, Forum Batak Intelektual (FBI) menggelar aksi damai di Komnas Perempuan Jakarta dan berlanjut ke Kejaksaan DKI,Senin (20/6) guna menyampaikan aspirasi masyarakat. Pada kesempatan ini, FBI menyampaikan empat point penting tuntutannya.

  1. Stop segala tindakan berbau Asusila yang dipertontonkan lewat Medsos dengan membuat hembauan resmi dari para pemangku jabatan
  2. Stop ekspoitasi perempuan, agar Komnas Perempuan bekerjasama dengan instansi lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut.
  3. Stop segala perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan Indonesia.
  4. Agar Komnas Perempuan bekerjasama dengan Menkominfo segera membentuk Tim Pemberantas dan Anti Eksploitasi Perempuan Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai