Alamak! Motif Paman Bunuh Keponakan Ternyata Urusan Bawah Perut

Kapolres Belawan, AKBP Dr Muhammad Ramadhani Dayan SH MH ketika konferensi pers, Selasa (31/12/2019). (kkn)

MEDAN (medanbicara.com)– Kasus penemuan mayat pria penuh luka tusukan di Kebun Tebu Klumpang Hamparan Perak, Sabtu (21/12/2019) lalu terungkap. Korban yang diketahui M Ikhsan Ilahi (20) ternyata tewas dibunuh direncanakan oleh Ridwan Ismail (44) yang tak lain pamannya sendiri.

Otak pelaku dalam pembunuhan berencana Ridwan Ismail mengaku dendam karena istrinya, Rini Alpianti berselingkuh dengan korban.

Kasus paman bunuh keponakan tersebut terungkap saat tersangka diinterogasi oleh Kapolres Belawan, AKBP Dr Muhammad Ramadhani Dayan SH MH ketika dihadirkan dalam konferensi pers, Selasa (31/12/2019).

Saat ditanya motif sang pelaku membunuh keponakan, tersangka menjawab dikarenakan dendam. Lantaran korban menjalin hubungan alias urusan bawah perut dengan istrinya yang berjalan kurang lebih tiga bulan.

“Saya merencanakan bunuh karena dendam. Bayangkan, korban yang sudah dianggap sebagai anak sendiri tapi tega berselingkuh dengan istri. Oleh sebab itu, aku bersama mertua Rahmad Ipong mencari eksekutor untuk menghabisi nyawanya,” ucap Ridwan Ismail dengan wajah tertunduk.

Mengenai awal pembunuhan tersebut, tersangka mengaku, dia bersama mertuanya terlebih dahulu menjemput korban dengan istri di Bandara.

“Sebelumnya korban dengan istri aku pergi ke Jakarta. Setelah dibujuk akhirnya mereka mau pulang. Mendengar ingin pulang, lantas kami menjemputnya ke Bandara Kualanamu,” akunya.

Selajutnya, pelaku menguraikan, usai dijemput korban dengan istrinya dibawa dengan secara terpisah.

“Kalau korban pulangnya bersama sang eksekutor Aris dan Aseng. Sedangkan istri bersama aku dan ayahnya. Setiba di Kabun Tebu Klumpang, disitulah Aris dan Aseng langsung menghabisi nyawa korban,” urainya dengan rasa menyesal.

Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra SIK mengungkapkan, kasus pembunuhan ini memang telah disusun rapi oleh Ridwan Ismail bersama mertuanya.

“Pembunuhan tersebut memang benar-benar matang direncanakan oleh Ridwan Ismail dan Rahmad Ipong. Mereka sampai-sampai menyewa dua eksekutor untuk menghabisi nyawa korban,” ungkap Alumnus Akpol 2008 itu.

Disinggung apakah para eksekutor saling mengenal dengan paman korban, Jerico menyebutkan, bahwa kedua orang yang menghabisi nyawa korban tidak mengenal satu dengan yang lain.

“Eksekutor (Aris dan Aseng) tidak saling mengenal dengan Ridwan Ismail dan Rahmad Ipong. Perkenalan mereka sebatas untuk membunuh sang korban dengan bayaran jutaan rupiah,” sebut mantan Kasubag Munjab Polda Sulteng ini.

Saat ini, kata Jerico, ketiga tersangka telah mendekam di jeruji tahanan Polres Belawan untuk pemeriksaan lanjut.

“Ridwan Ismail, Rahmad Ipong serta Aris sudah kita jebloskan ke penjara. Sementara Aseng yang masih DPO dalam pengejaran petugas,” tungkasnya.(kkn)

Mungkin Anda juga menyukai