Astaga! Cekcok Mulut, Abang Cangkul Kepala Adik Kandung Hingga Tewas, Si Abang Pemakek Berat Sabu

Medan (medanbicara.com)-Seorang pria berinisial D (31) tega mencangkul kepala adik kandung perempuannya, A (27) sendiri hingga tewas bersimbah darah di rumah mereka, disaksikan oleh ibu kandungnya, J (53), di rumahnya Dusun X Kaplingan, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat (4/6/2021) sekira pukul 14.00 Wib .

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu menjelaskan, pada hari Jumat (4/6/2021) sekira pukul 14.30 Wib, petugas piket mendapat informasi bahwa adanya pembacokan dengan menggunakan cangkul yang dilakukan oleh abang kandung terhadap adik kandungnya, sehingga korban meninggal dunia.

Mendapat laporan tersebut, lanjut Janpiter, petugas piket Opsnal Percut Si Tuan langsung mendatangi tempat kejadian dan melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku.

“Sekira pukul 17.45 Wib, tersangka ditemukan bersama barang bukti 1 buah cangkul dan diamankan ke Mako untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.” ucap Jan Piter kepada wartawan, Sabtu (5/6/2021).

Setelah dilakukan interogasi terhadap pelaku, modus pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap adiknya karena adanya bisikan-bisikan gaib sehingga tega membunuh adik kandung perempuannya sendiri.

Tapi penyidik ​​masih akan melakukan pengecekan kejiwaannya,” kata Janpiter.

Belakangan, D diketahui pengguna narkoba berat dengan jenis sabu dan sudah ketergantungan.

“Ada bisikan untuk desakan membunuh. Tapi, dia sudah lama pemakai narkoba. Sudah ketergantungan narkoba dan sudah makan obat penenang,” sebut Janpiter.

Penyidik Unit Reserse Kriminal Polsek Percut Seituan, berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan terhadap DN. Karena, diduga pelaku yang sudah ketergantungan narkoba mengalami halusinasi.

“(Pelaku pemakai) Sabu. Ya (penyidik) akan periksa kejiwaannya,” tutur Janpiter.

Sebelumnya, antara DN dan A sempat terlibat cekcok mulut di ruang dapur rumah.

Pelaku yang naik pitam, kemudian melihat ada cangkul diambilnya dan langsung memukuli korban berulang kali hingga tersungkur dengan kondisi berlumuran darah. Ibu mereka insial J, mendengar pertengkaran tersebut, meminta tolong kepada warga sekitar.

Setelah itu, DN melarikan diri dari rumahnya. Sedangkan, A dibantu warga dilarikan ke rumah sakit. Karena, menderita luka parah. Nyawa korban tidak terselamatkan. (mpc/viv)

Mungkin Anda juga menyukai