Dor..! Tersangka Perampok Komisioner Panwaslih Belawan Dipincangin, Sudah 2 Kali Dipelor Tak Jera Juga

Tersangka dirawat di rumah sakit. (mol)

BELAWAN (medanbicara.com)-Seorang dari tiga pelaku perampokan Komisioner Belawan terpaksa ditembak petugas Polsek Belawan karena melawan saat akan ditangkap, Senin (13/7/2020) malam sekira pukul 20.00.

Untuk mendapat perawatan medis, tersangka A alias Arjun, dibawa polisi ke Rumkital Belawan.

Kapolsek Belawan, Kompol Daniel Jefri Naibaho melalui Kanit Reskrim, Iptu AR Reza mengatakan, tersangka Arjun merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang sudah dua kali ditembak dan dua kali dihukum atas kasus yang sama.

“Tersangka ini terbilang bandel dan sudah dua kali kena tembak pada kaki kiri kanannya pada tahun 2017 dan 2019. Namun tersangka tidak taubat juga bahkan semakin beringas,” ungkapnya.

Kepada polisi, semenjak keluar dari rumah tahan negara (Rutan) akibat asimilasi Covid 19 pada awal tahun 2020, tersangka sudah melakukan perampokan dengan kekerasan sebanyak 10 kali di wilayah kerja Polres Pelabuhan Belawan.

“Namun laporan polisi yang kami terima hanya tiga, terakhir perampokan terhadap salah seorang Komisioner Panwaslih Medan Belawan,” kata mantan Kanit Narkoba Polres Pelabuhan Belawan itu.

Sekadar diketahui, seorang Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kecamatan Medan Belawan, Ade Irawan (42), dibegal tiga kawanan perampok bersajam di Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (10/7) pukul 23.00.

Akibat perampokan itu, tas milik warga Kel Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan berisikan satu unit laptop inventaris milik Panwaslih Kecamatam Medan Belawan dan Hp dibawa kabur para pelaku. Kasus itu telah dilaporkan ke Mapolsek Belawan.

Malam itu, korban bersama rekannya berboncengan naik sepeda motor. Saat melintas di lokasi, tiba-tiba hujan, mereka berhenti untuk memakai mantel hujan.

Pada saat itu, tiga kawanan perampok menggunakan senjata tajam menodong pisau ke arah mereka bedua. Tas yang dipegang oleh korban langsung dirampas para pelaku.

“Malam itu, kami berhenti mau pakai mantel. Mereka datang langsung todong pisau, karena lokasi gelap kami tidak bisa melawan,” cerita Ade.

Tiga kawanan pelaku itu, lanjut Ade, salah satu pelaku dia tanda. Para pelaku dilihatnya kabur ke kawasan pemukiman warga, setelah diteriaki rampok, mereka menghilang. (mol)

Mungkin Anda juga menyukai