Keluarga Mekar saat membuat laporan ke Mapolsek Delitua. (mdc)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)–Siswi SMK sebut saja namanya Mekar, warga Asahan. Didampingi kedua orangtua dan kakaknya, Mekar mendatangi Mapolsek Delitua, Senin (11/3/2019) sore.

Remaja yang ngekos di kawasan Jalan Raden Saleh itu mengaku sudah dicabuli sang pacar berulangkali. Namun, sang kekasih berinisial MI, juga satu sekolah dengan Mekar, menolak bertanggungjawab.

Informasi yang dihimpun di Polsek Delitua, Senin (11/3/2019), sekira pukul 15.30 Wib, perbuatan cabul itu pertama kali dilakukan di salah satu hotel kelas melati yang berada di wilayah hukum Polsek Delitua, Januari 2019 lalu.

Perkenalan Mekar dan MI, warga Ledong Barat, Asahan, karena keduanya sama-sama menimba ilmu di sekolah yang sama di Kota Medan. Meskipun berbeda jurusan, kedua insan ini bisa bertemu setiap hari.

Karena merasa satu kampung dari Asahan, keduanya pun sering bercengkerama hingga menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Singkat cerita, Mekar dan MI pun sepakat jadian.

Cinta itu pun akhirnya berlanjut hingga ke ranjang. MI berhasil mengajak Mekar untuk menginap di salah satu hotel melati di kawasan padangbulan dan melakukan perbuatan layaknya seperti pasangan suami istri.

Berhasil sekali, MI pun mulai ketagihan. Perbuatan itu pun tak lagi mereka lakukan di hotel. Beberapa kali bahkan dilakukan di kos-kosan Mekar.

Terbongkarnya peristiwa itu berawal dari kecurigaan kedua orangtua Mekar yang datang ke Medan untuk bertemu sang putri. Saat itu Mekar terlihat murung dan menyendiri di dalam kamar. Namun, ketika ditanya sang ibunda, Mekar belum bersedia mengaku apa yang menjadi penyebab dirinya murung.

Alhasil, kedua orangtua Mekar pun mencoba strategi lain untuk mengetahui penyebab kegalauan putri mereka. Sang ayah dan ibu tak sudi anaknya yang dulu selalu ceria mendadak menjadi pemurung.

Beberapa minggu kemudian, orangtua Mekar mengutus putri tertua mereka pergi ke Medan. Tiba di Medan, kakak dari Mekar langsung menuju kos-kosan adiknya tersebut. Namun, begitu tiba di sana, sang kakak cukup terperangah karena mendapati adiknya sedang bersama sang pacar di dalam kamar.

Begitu dia masuk ke kamar, sang kakak pun tambah kaget. Dia merasa telah menginjak cairan kental di lantai kamar kos adiknya tersebut.

Ketika hal itu ditanyakan kepada adiknya, dengan berpura-pura lugu, Bunga mengatakan bahwa mereka baru saja makan agar-agar dan terjatuh di lantai.

Merasa curiga, sang kakak kemudian coba mencolek cairan tersebut dengan jari lalu menciumnya. Akhirnya dia memastikan bahwa itu bukanlah agar-agar, tapi lebih mirip cairan sperma.

Kakaknya pung mendesak Mekar untuk mengaku. Setelah beberapa kali didesak, Bunga pun akhirnya mengaku, bahwa kegadisannya telah direnggut oleh sang pacar, dan perbuatan terlarang itu telah mereka lakukan beberapa kali.

Mendengar pengakuan adiknya, sang kakak kemudian menceritakan hal itu kepada orangtua mereka. Bagai disambar petir di siang bolong, kedua orangtua Mekar seakan tak percaya. Namun apa daya, nasi sudah jadi bubur.

Pihak keluarga Mekar kemudian menghubungi keluarga MI untuk meminta pertanggungjawaban anak mereka. Namun, jawaban keluarga MI malah menantang dan menyuruh keluarga Mekar untuk melapor ke Polisi.

Karena tidak mendapat respon yang baik, keluarga Mekar akhirnya mendatangi Mapolsek Delitua dan membuat laporan secara resmi.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto SH ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban yang didampingi ibunya.

“Saat ini kita masih memintai keterangan korban dan melakukan visum terlebih dahulu untuk melengkapi berkas laporannya,” ujar Efianto. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY