Ini Dia Tersangka Penggorok dan Mau Perkosa Pelajar SMP, Wow! Pengakuannya Dipaksa Oral Seks

Tersangka pelaku, Rudi Girusinga (33), warga Dusun Timbang Lawen, Desa Bintang Meriah, Kec Pancurbatu diamankan saat berada di depan Olyimpia Plaza, Jl MT Haryono, Medan, Kamis (2/8/2018). (ist)

PANCUR BATU (medanbicara.com)-Pengejaran terhadap tersangka pelaku percobaan pemerkosaan dan penggorok leher pelajar SMP, KS Boru S (13), warga Dusun IV Desa Sugau, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang, Sumatera Utara membuahkan hasil.

Tersangka pelaku, Rudi Girusinga (33), warga Dusun Timbang Lawen, Desa Bintang Meriah, Kec Pancurbatu diamankan saat berada di depan Olyimpia Plaza, Jl MT Haryono, Medan, Kamis (2/8/2018).

Polisi juga mengamankan barang bukti betor jenis Honda Revo BK 6233 AAL, pisau penusuk panjang sekitar 30 cm warna silver yang digunakan menggorok leher korban.

Dari interogasi polisi tersangka nekat hendak memperkosa dan menggorok leher korban karena kesal korban tidak memenuhi hasrat oral seks.

Tersangka mengaku saat itu nafsunya sudah di ubun-ubun usai menonton film bokef saat mangkal menunggu penumpang di Pajak Pancur Batu. Nah, korban melintas minta numpang betor, pelaku langsung membawanya.

Di tengah jalan pelaku membawa korban ke perladangan sawit di Dusun Namo Rindang, Desa Suka Dame dan di bawah ancaman sajam pelaku berusaha mencabuli korban dan minta dioral seks.

“Untuk pelaku dijerat dengan pasal 81 Sub 82 UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolsek Pancurbatu, AKP Martualesi Sitepu.

Sementara itu, kondisi KS berangsur pulih setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Saat ini, gadis tersebut masih menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya pascakejadian tragis yang menimpanya, Selasa (31/7/2018).

“Saat ini, dia masih terus dirawat intesif di RSUP Haji Adam Malik Medan. Kalau secara fisik dia kondisinya membaik,” kata Kabag Hukormas RSUP Haji Adam Malik, Adria Frieda Sabarina Saragih, Kamis (2/8/2018).

Adria Frieda mengakui, siswi kelas 1 SMP itu mengalami trauma psikologis yang cukup berat pascakejadian berdarah tersebut. Kristi masih menutup mata dan bungkam tiap melihat pria.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu mengatakan, dari hasil konseling ke RS Adam Malik, kondisi korban sudah berangsur membaik. “Dari pengamatan kami kondisi korban sudah semakin baik pascaoperasi luka di lehernya,” ucap Martualesi.

Diberitakan sebelumnya, Kristi menjadi korban percobaan pemerkosaan dan penggorokan, Selasa (31/7/2018) malam. Kasus ini terungkap setelah salah seorang warga desa, Tia menemukan korban tergeletak lemas di Jalan Sukadame-Namo Rindang, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang.(eza/ing)

Mungkin Anda juga menyukai