Kejar Penganiaya Eric, Ketemu Bunker, Ada Ratusan Ekstasi, Uang dan Emas

Lokasi pengeroyokan Bripka Eric Tambunan. (trb/twitter)

MEDAN (medanbicara.com)- Masih ingat dengan Bripka Eric Tambunan, polisi yang jadi korban pengeroyokan di Kampung Sejahtera (dahulu terkenal dengan nama Kampung Kubur), Sabtu (14/5/2018) lalu. Kini rekannya sesama polisi di Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polrestabes Medan terus melakukan penyelidikan.
Yng terbaru, dali hasil penyelidikan dan pengembangan di lokasi, Kamis (19/4/2018) petang, polisi menemukan bunker. Dari dalam bunker tersebut petugas menyita ratusan butir di duga pil ekstasi, serbuk diduga bahan untuk membuat pil ekstasi, dua brankas berisi uang puluhan juta, dan perhiasan emas. Sedangkan satu brankas belum bisa dibuka.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda Prawira SIK MH didampingi Kanit Pidum, AKP Rafles Marpaung ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon menjelaskan, sebelum bunker ditemukan, pihaknya mendapat informasi bahwa para pelaku penganiayaan sedang bersembunyi di satu rumah di Kampung Sejahtera.

“Atas informas tersebut Kanit Pidum bersama Panit Jahtanras dan personel Timsus menuju ke lokasi dan langsung menggerebek rumah dan mengamankan MA. Saat dilakukan penggeladahan, ditemukan sejumlah mesin jackpot di lantai satu,” ujar Kasat.

Selanjutnya, sambung Putu, petugas menggeledah ruangan di lantai dua. Saat itu petugas curiga terhadap lantai semen yang berada di pojok. Saat dicek ternyata bunker berukuran 2X2 meter, sehingga petugas masuk ke dalam dan menemukan seratusan butir diduga pil ekstasi, serbuk diduga bahan untuk membuat pil ekstasi.

“Dua brankas yang ada di bunker langsung kita angkat, lalu meminta MA untuk membuka brankas. Ternyata isinya uang tunai puluhan juta rupiah dan perhiasan emas. Saat kita minta MA membuka brankas yang satu lagi, alasannya ia lupa PINnya. Saat ini anggota kita sedang berupaya membuka paksa brankas tersebut, karena diduga berisi narkoba, dan MA diduga berpura-pura lupa PINnya,” terang Putu.

Ditambahkan Kasat Reskrim, petugas kemudian menuju ke lantai satu. Dan ternyata bunker tersebut tepat di bawah kamar mandi lantai satu serta cukup strategis.

"Barang bukti diduga narkoba nantinya kita serahkan ke Satres Narkoba guna di proses. Saat ini kita fokus mengejar pelaku penganiayaan terhadap anggota Polri," tegas Putu.

Sebelumnya, personel Subdit Jahtanras Ditreskrimum Poldasu Bripka Eric Tambunan kritis akibat dianiaya sejumlah pemuda di kawasan Kampung Sejahtera. Eric mengalami luka robek dan memar di bagian kepala, telinga, kaki dan tangannya.

Kepala Subdit III Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan personel lengkap telah diturunkan ke lokasi kejadian dan beberapa lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para pelaku.

"Namanya anggota kita, harus kita tangkap pelakunya," kata Maringan saat dikonfirmasi Minggu (15/4/2018) dini hari.

Tim kepolisian pun telah memeriksa sejumlah saksi-saksi yang melihat langsung penganiyaan secara membabi buta terhadap anggota Unit Jahtanras tersebut.

Lebih lanjut, Maringan mengabarkan juga bahwa kondisi Eric telah mulai sadar dan berangsur membaik setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Mohon doanya agar pelaku secepatnya ditangkap," jelas Maringan.

Menurut informasi di TKP, antara korban dan para pelaku sempat terjadi perselisihan di klub hiburan malam New Zone.

Sementara senjata jenis revolver milik Bripka Eric yang sebelumnya dikabarkan hilang sudah dikembalikan oleh Boti yang merupakan ibu tiri dari dua pelaku atas nama Ramki dan Karen. Senjata tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian. (trb/pom)

Mungkin Anda juga menyukai