Pembunuh Wanita Pengusaha Simpan Pinjam Diringkus, Ini Fakta dan Motifnya…

Polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. (pwc)

MEDAN (medanbicara.com)-Kurang dari 24 jam, Polsek Sunggal berhasil meringkus pembunuh pengusaha simpan pinjam, Herawati Siagaian (50), warga Jalan Abadi Kecamatan Medan Sunggal, yang tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting membenarkan bahwa pembunuh Herawati sudah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sunggal.

“Benar, pelaku sudah ditangkap. Saat ini masih menjalani pemeriksaan. Untuk sementara motifnya karena utang. Namun demikian, perkembangan berikutnya nanti dikabari,” ujar mantan Kanit Idik III Satres Narkoba Polrestabes Medan itu.

Informasi sebelumnya, Herawati Siagian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediamannya, Minggu, (28/7/2019). Saat ditemukan, tangan terikat, mukut disumpal kain dan bagian kepala belakang korban mengeluarkan darah.

Peristiwa itupun sontak membuat geger warga sekitar lokasi kejadian sehingga berbondong-bondong mendatanginya.

Berikut fakta-fakta yang dihimpun

1. Suara musik kuat

Mulanya, Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, Sudar mendapat panggilan bahwa di rumah kontrakan korban terdengar suara musik yang cukup kuat.

Sesampainya di rumah korban, Sudar langsung memanggil-manggil korban, namun tak ada jawaban.

Sudar lalu menemui Frida pemilik rumah kontrakan tersebut, dan meminta untuk dibukakan pintu rumah korban. Namun, pemilik rumah tidak memiliki kunci rumah korban. Sudar pun berinisiatif untuk memanggil tukang kunci.

“Karena waktu sudah jam dua belas, si tukang kunci enggak bisa datang, dia janji pagi besok lah dia datang,” katanya, Minggu.

2. Panggil Tukang Kunci

Kemudian pada Minggu, sekitar pukul 10.15, Sudar bersama dengan tukang kunci mencoba membuka pintu rumah korban. Setelah pintu berhasil dibuka, aroma bau tidak sedap langsung tercium.

Sudar kemudian masuk dan menemukan jasad korban di ruang makan, dalam kondisi berlumuran darah di bagian kepala, dengan tangan terikat dan mulut dibekap. Sudar pun langsung melaporkan hal tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan, saat ini pihak Polsek Sunggal masih mendalami kasus tersebut.

“Masih kita lidik apa penyebabnya,” ujar dia di lokasi.

3. Sudah Tiga Hari tak Keluar Rumah

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diketahui sudah tiga hari tidak keluar dari dalam rumahnya.

“Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ujar dia.

Warga sekitar yang ditemui Tribun Medan, Toni Nainggolan (41) mengatakan kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang curiga lantaran korban tidak keluar rumah selama tiga hari.

4. Suami korban Seorang Pendeta

“Saat kejadian korban sendirian di rumahnya, suaminya seorang pendeta.

Ia dikabarkan pergi ke luar kota sama anaknya untuk berobat,” ujar pria berkulit gelap tersebut.

Alhasil, kecurigaan warga terhadap korban semakin tinggi sehingga memanggil tukang kunci untuk membuka pintu rumah korban.

Tak dinyana, begitu rumah terbuka, alangkah terkejutnya warga melihat korban sudah dalam keadaan terkapar tak bernyawa.

“Jam sepuluh (10.00 WIB) pagi ditemukan,” ungkap Toni.

Atas penemuan warga tersebut, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

5. Polisi Tiba dan Olah TKP

Petugas kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Jalan KH Wahid Hasyim untuk diotopsi, sedangkan rumah korban sudah dipasang garis polisi.

Pasca peristiwa nahas tersebut, warga memadati rumah korban yang telah dipasangi garis polisi.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Syarif Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku.

“Kami sudah mengantongi identitas pelaku.

Sementara korban diduga tewas usai mendapat pukulan benda tumpul di belakang kepalanya,” jelasnya. (pwc/trb)

Mungkin Anda juga menyukai