Ahmad Arif : Dinas Pertanian dan Perikanan Butuh Anggaran Yang Besar

Anggota DPRD Medan, Ahmad Arif/net

MEDAN (medanbicara.com)-Keberadaan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang patut mendapat porsi anggaran yang besar. Dalam visinya, Distankan berupaya mewujudkan ketersediaan pangan yang halal, sehat bagi masyarakat di Kota Medan.

Inilah usulan yang disampaikan anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arief, dalam rapat evaluasi Triwulan I anggaran 2018 yang dilaksanakan di aula Distankan, Jalan Selambo, Medan Denai yang dipimpin langsung Ketua Komisi D, Parlaungan Simangunsong, belum lama ini.

“Kedepan dinas ini perlu mendapatkan perhatian yang serius, khususnya dalam anggaran. Ke depan, kita melihat sesuai visinya dinas ini memiliki tugas yang sangat berat. Untuk itulah dalam mewujudkan visinya ini diperlukan anggaran yang besar,” jelas Ahmad Arief.

Dalam rapat yang dihadiri Kepala Distankan Ikhsar Risyad Marbun, serta sejumlah anggota Komisi D lainnya, Deniel Pinem, Maruli Tua Tarigan dan Abdul Rani, itu Ahmad Arif mengatakan pekerjaan yang diemban Distankan sangat vital mengingat mereka menjadi salah satu kontrol ketersediaan pangan di Medan.

“Masalah ikan misalnya, selama ini kita tidak tahu dimana ikan yang baik itu bisa dibeli, ketersediaan daging, ternak dan lainnya,” jelas Arief seraya mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan kepada Distankan dalam mewujudkan visinya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komisi D, Parlaungan Simangunsong, bahwa kinerja Distankan patut mendapatkan apresiasi. Untuk di Sumut sekarang ini, baru Medan yang memiliki UPT Benih Tanaman dan Ikan, dimana setiap tahunnya dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

“Ikan sampai jutaan ekor, begitu juga dengan bibit tanaman. Ini merupakan prestasi dinas ini,” jelasnya.

Parlaungan juga mengapresiasi, meski dengan anggaran yang terbatas, Distankan mampu menunjukan prestasi dan kualitasnya dengan baik. “Bayangkan saja, dengan minimnya anggaran, dinas ini mampu memberikan terobosan dan prestasi yang baik, sehingga bisa dicontoh oleh provinsi, kota dan Kabupaten lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Distankan, Ikhsar Risyad Marbun, menyampaikan terimakasih atas dukungan anggota DPRD Medan. Diakuinya masih banyak persoalan yang harus dibereskan ke depan dalam mewujudkan visi Distankan, salah satunya adalah penyediaan rumah kopel untuk petugas jaga.

“Program yang kita usulkan adalah membangun rumah kopel untuk petugas jaga, ini sudah disampaikan ke Dinas Perkim, karena dinas kami tidak dalam tupoksi pembangunan fisik,” katanya.

Dijelaskan Ikhsar, rumah tersebut nantinya digunakan untuk petugas jaga terkait program agro wisata, dimana petugas-petugas tersebut yang akan menjaga dan merawat tanaman yang ada. “Ini terobosan kita ke depan,” jelasnya.

Disampaikannya, yang terbaru dari program Distanla adalah pembangunan Rumah Kaca untuk penangkaran Anggarek Bulan dan itu sudah berhasil. “Untuk rumah kaca ini masih ada kendala, ini perlu dukungan dari bapak-bapak semua. Dan penangkaran Anggrek ini sangat positif,” pungkasnya. (eko fitri)

 

Mungkin Anda juga menyukai