Cewek yang tewas berlumuran darah bersama jabang bayinya di TKP. (mdc)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)– Wanita muda pembantu rumah tangga berinisial YL, ditemukan tewas dalam kamar di rumah majikannya, Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Medan Petisah, Sabtu (9/3/2019).

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing melalui Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba mengungkapkan, Silvia (32), majikan YL orang yang pertama kali mengetahui pekerjanya yang masih berusia 21 tahun itu sedang sekarat, setelah mendatangi kamar YL lantaran korban belum terlihat seperti biasanya.

“Korban biasanya sudah keluar dari kamar sekira pukul 06.00 Wib dan mengerjakan tugasnya sebagai pembantu. Jadi saksi memanggil ke kamarnya,” beber Philip.

Namun, tiba di depan kamar, Silvia merasa aneh karena dia melihat banyak bercak darah di sekitar pintu. Melihat itu, Silvia pun segera memanggil suaminya Yopi (34).

Silvia kemudian mempertanyakan asal-muasal darah tersebut pada YL. Dari balik pintu kamar, perempuan muda itu kemudian mengaku bahwa dirinya sedang menstruasi.

Kedua majikan YL tersebut kemudian bersikeras meminta YL membukakan pintu kamarnya. Namun lagi-lagi wanita muda tak bersedia karena mengaku belum berpakain.

“Suami saksi sempat akan mendobrak. Karena korban mengaku tidak memakai baju. Saksi pun mengurungkan niatnya,” lanjut Philip.

Suami istri itu kemudian menunggu di depan pintu kamar. Tak lama kemudian, YL pun membuka pintu kamarnya. Namun dia hanya menjulurkan kepala dari balik pintu. “Sebentar ya Kak!” kata YL kepada majikannya.

Ketika itulah, Silvia dan Yopi melihat wajah YL sudah sangat pucat dan kondisinya sangat lemas. Melihat kondisi itu tak seperti biasanya, Silvia bergegas memberikan susu kemasan lalu menyuruh YL meminumnya.

“Korban sempat meminum susu itu dan mengaku sudah merasa lebih baik dan meminta izin untuk beristirahat pada saksi,” imbuh Philip.

Mendengar pengakuan YL, pasutri itu pun meninggalkan korban di kamar. “Karena korban bilang udah mendingan, saksi pergi mengurus anaknya,” sebut Philip.

Namun begitu, Silvia yang merasa prihatin dengan kondisi pekerjanya itu tetap memantau situasi kamar. Sekira jam 10.00 Wib, Silvia masih sempat melihat wanita muda itu keluar kamar dengan tubuh hanya berbalut handuk.

Lagi-lagi, karena merasa iba, Silvia menyempatkan diri menggoreng telur untuk diberikan YL.

“Waktu mengantarkan telur, saksi melihat korban sudah tertidur di lantai. Di sekitar lantai kamar korban, saksi melihat banyak darah yang berceceran,” beber Philip lebih lanjut.

Spontan, Silvia pun histeris dan memanggil suaminya. Yopi yang mengetahui kondisi itu segera memanggil ambulans untuk membawa YL ke rumah sakit. Tak lama kemudian, ambulans dari salah satu rumah sakit pun tiba dan sopirnya segera masuk ke dalam kamar untuk mengangkat tubuh YL.

Namun, ketika itu sopir ambulans menyadari bahwa wanita itu sudah tidak bernyawa. Alhasil, dia pun membatalkan niatnya lalu melaporkan hal itu ke Polsek Medan Baru.

Mendapan informasi tersebut, polisi segera mendatangi lokasi setelah berkoordinasi dengan tim Inafis Polrestabes Medan.

Usai melakukan oleh TKP dan memeriksa keadaan YL, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh wanita muda itu.

Setelah melakukan olah TKP, tak jauh dari jasad perempuan asal Nias itu, polisi menemukan obat yang diduga untuk menggugurkan kandungan. Setelah memeriksa di sudut kamar, polisi kemudian menemukan orok bayi jenis kelamin laki-laki di dalam kamar mandi.

“Dari pemeriksaan luar kita tidak temukan tanda kekerasan. Dari dalam kamar korban kita temukan 3 papan obat merek Sapros yang diduga obat untuk menggugurkan kandungan,” beber Philip.

Untuk memastikan penyebab kematian YL, petugas tetap memboyong jasad wanita itu ke rumah sakit Bhayangkara guna dilakukan otopsi. Sementara itu, 3 strip obat dan satu unit HP milik YL diamankan sebagai barang bukti.

“Hasil otopsi, dugaan sementara korban dewasa meninggal dunia karena mengalami pendarahan dan bayinya meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan,” tegasnya.

Setelah meminta keterangan dari para saksi dan melakukan identifikasi jenazah YL telah diserahkan kepada pihak keluarga. “Kita masih menyelidiki kasus dugaan pengguguran kandungan ini,” pungkas Philip. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY