Kepling se-Kota Medan Ikuti Pembinaan Mental, Disiplin dan Etos Kerja, Ini Kata Plt Walikota Akhyar…

MEDAN (medanbicara.com)-Sebanyak 2.001 kepala lingkungan (Kepling) se Kota Medan mengikuti Pembinaan Mental, Disiplin dan Etos Kerja di Asrama Haji Medan, Senin (2/12). Tujuan dari kegiatan ini untuk menciptakan Kepling yang bermental baja, tangguh dan handal di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta sebagai garda terdepan yang langsung bertemu dengan guna menginformasikan program-program Pemerintahan Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi serta ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan 4 orang kepling serta pemberian tumbler (botol minum).

Pada kesempatan tersebut, Plt Wali Kota juga memberikan reward kepada Kepling yang lingkungannya berhasil mengumpulkan PBB diatas 100 persen. Lingkungan tersebut yakni Lingkungan 8 Kelurahan Merdeka Kecamatan Medan Baru, Lingkungan 12 Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Bantan Kecamatan Medan tembung, Lingkungan 15 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan, Lingkungan 4 Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur , Lingkungan 3 kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Selanjutnya, Lingkungan 5 Kelurahan Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru, Lingkungan 4 Kelurahan Simpang Tanjung Kecamatan Medan Sunggal, Lingkungan 15 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai, Lingkungan 2 Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun, Lingkungan 15 Kelurahan Sei Sikambing Kecamatan Medan Sunggal, Lingkungan 4 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan, Lingkungan 6 Kelurahan Sidorame Kecamatan Medan Perjuangan, dan Lingkungan 2 Kelurahan Harjosari Kecamatan Medan Amplas.

Dalam sambutannya, Akhyar mengatakan bahwa betapa pentingnya para Kepling mengikuti kegiatan ini. Sebab, seluruh Kepling haruslah memiliki pandangan yang sama dalam melayani masyarakat serta pengambilan keputusan yang haus memiliki garis lurus kedepan. “Kegiatan ini sangat perlu dilakukan, karena seluruh aparatur Pemko Medan harus memiliki satu pandangan yang sama dari mulai membuat keputusan, membuat kebijakan sampai ketingkat pelaksanaannya harus berada didalam satu garis pandangan dan tindakan yang sama,” kata Akhyar.

Kemudian, Akhyar menjelaskan, Mental, Disiplin dan Etos Kerja merupakan 3 kata yang perlu mendapat perhatian khusus bagi aparatur Pemerintahan Kota Medan dan harus dibangun dengan tertib dan disiplin. Sebelum menertibkan masyarakat, sebagai aparatur pemerintahan haruslah menjadi contoh terlebih dahulu.

“Banyak hal yang harus dikerjakan di bawah untuk kebaikan Kota Medan Rumah Kita ini. sampai saat ini saya melihat langsung sudah banyak perbaikan yang kita lakukan. Aktifitas di lingkungan masing-masing sudah semakin baik walaupun masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Antara lain gerakan mewadahi sampah sudah dimulai meskipun masih ada yang lalai, harus terus kita tingkatkan. Tugas Kepling antara lain harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat,” jelas Akhyar.

Maka dari itu, Akhyar menegaskan kepada para Kepling agar menyampaikan program yang tengah dilakukan Pemko Medan kepada masyarakat yakni untuk selalu menjaga kebersihan dilingkungan sekitar. Ia juga mengataka bahwa bersih itu dimulai dari diri sendiri tidak bergantung kepada siapapun. “Kenapa harus bersih terlebih dahulu. Karena bersih dimulai dari diri kita masing-masing, tidak bergantung kepada siapapun. Jika menjaga kebersihan saja tidak bisa kita lakukan, maka tidak mungkin kita mampu mengerjakan pekerjaan yang luar biasa lainnya,” tegas Akhyar.

Sebagai garda terdepan Pemko Medan, Akhyar mengajak para Kepling untuk terus berkreasi edngan menjadikan setiap gang yang ada di Kota Medan menjadi lebih indah lagi. Selain itu juga dengan mengajak masyarakat untuk bergotong royong. Salah satu gotong royong yang harus dilakukan yakni mewadahi sampah, para Kepling harus mengintruksikan kepada warganya untuk mewadahi sampah mereka sehingga sampah tersebut tidak berserakan.

“Saya minta Camat setempat untuk mengecek pekerjaan Kepling, jika masih ada sampah yang tidak diwadahi maka Surat Keputusan (SK) Kepling jangan diperpanjang. Tugas Kepling untuk menggerakkan masyarakat supaya mewadahi sampah sehingga sampah yang ada tidak berserakan. Hal tersebut juga membantu memudahkan tugas kebersihan untuk mengangkut sampah yang ada,” ungkap AKhyar.

Sebelumnya, Asisten Pemerintaha dan Sosial Setda Kota Medan Musaddad Nasution dalam laporannya menjelaskan, peserta kegiatan ini merupaka seluruh kepling di Kota Medan yang berjumlah 2001 orang. Selanjutnya kepling dibagi dalam 4 angkatan, setiap angkatan berjumlah 500 kepling. Sedangkan yang menjadi narasumber adalah BNN Provinsi Sumut sebanyak 3 orang, Universitas Sumatera Utara sebanyak 3 orang, Polrestabes Medan berjumlah 5 orang, Kodim 0201/BS berjumlah 10 orang, profesional training berjumlah, 3 orang.(rel/kom/KR)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai