Kombes Robin Simatupang : PMS Solid di Setiap Kegiatan

MEDAN (medanbicara.com) – Pelantikan Pemuda Merga Silima (PMS) berlangsung meriah. Momen itu juga mempertemukan tokoh -tokoh adat dan pendidikan. Salah satunya, Momen nostalgia Robin Simatupang dan Sesepu merga Silima Prof.Runtung Sitepu mantan Rektor USU. Begitu bertemu, keduanya langsung berpelukan. Pada tokoh -tokoh yang hadir di acara.

“Sahabat karib bertemu di acara besar. Ini adalah momen yang jarang terjadi. PMS jaya,”pungkas Robin.

Kombes Robin Simatupang yang menghadiri undangan pelantikan pengurus Pemuda Merga Silima (PMS) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2022 – 2027 di Hotel Regale Medan, Rabu (16/11/2022). Tiba di lokasi acara, Robin disematkan syal kehormatan (Ulos Karo) oleh Ketum Pemuda Marga Silima (PMS), Mbelin Brahmana.

“Terimakasih atas undangannya dan Ulos Karonya. Saya juga keluarga besar Karo,”ujarnya di sela-sela acara.

Di kesempatan itu, Robin berpesan semoga PMS dibawa kepemimpinan ketum Mbelin Brahmana semakin berbudaya, unggul dan dapat mempersatukan suku,ras,agama dan golongan ke dalam bingkai pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI di setiap langkah dan kegiatannya.

“Saya dan silih Mbelin Brahmana sudah berteman lama. Jadi, PMS ini sudah di hati,”ucapnya.

Robin yang juga Ketua Umum Forum Rakyat Bersatu Anti Narkoba (FORBANA) Indonesia ini mengajak PMS peduli terhadap pemberantasan narkoba, perjudian dan maksiat lainnya untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa.
Robin menyambut baik pelantikan PMS. Dia meminta agar PMS menjadi garda terdepan cegah narkoba. PMS harus menjadi duta anti narkoba. Baik di keluarga maupun di lingkungan.


PMS harus membawa nama baik keluarga dan negara. PMS juga harus bersama-sama pemerintah terus mengkampanyekan pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Pelantikan ini sangat luar biasa. Tokoh-tokoh yang hadir juga hebat -hebat. PMS kebanggaan kita semua,”tandas Suami dari Pdp Vera Br. Pasaribu ini.

Acara yang digelar meriah itu menyuguhkan pertunjukan tarian gundala – gundala. Tari khas Karo itu, melibatkan beberapa orang, termasuk pemain alat musik pengiring tarian tersebut. Mereka mengenakan jubah hitam dan putih, sembari memakai topeng dari kayu berukuran besar.


Selain penari berjubah, tarian itu juga memperlihatkan replika burung raksasa yang diperankan penari lainnya. Undangan yang hadir terhibur dengan pertunjukan kesenian legendaris Karo itu. Merga Silima Jaya, Bujur Ras Menjuah Juah. Horas. (rel)

Mungkin Anda juga menyukai