Maklumat Sultan Deli Jelang Pilkada, Bentuk Keresahan atas Kondisi Kota Medan Sekarang

MEDAN (medanbicara.com) – Sultan Deli XIV DYMM Seripeduka Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam mengeluarkan maklumat untuk masyarakat Medan, terkhusus masyarakat adat Melayu. Maklumat ini sehubungan dengan Pilkada 9 Desember 2020.

Isi maklumat yang telah beredar di media sosial (medsos) itu sebagai berikut:

BISMILLAH, WA LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH.

PESAN KHUSUS SULTAN DELI XIV, DYMM SERIPEDUKA SULTAN MAHMUD LAMANTJIJI PERKASA ALAM, KEPADA MASYARAKAT KOTA MEDAN.

Perihal: Pilkada Kota Medan

Kepada Amir Tikwan Raya Siregar, tolong sampaikan pesan kepada warga Kota Medan, khususnya masyarakat adat saya, sebagai berikut:

  1. Pilihlah pemimpin yang menurut Anda mampu dan memiliki kepedulian kepada kota dan masyarakat Medan, agar kota kita ini dapat keluar dari masalah-masalahnya, dan keluar dari citra yang kurang baik di mata orang luar.
  2. Jadikanlah Pilkada Kota Medan sebagai ajang untuk memilih pemimpin dengan cara yang beradat, tulus, dan jujur, sehingga hasilnya mendapat berkah dari Allah.
  3. Jadikanlah Pilkada sebagai cara untuk mempersatukan masyarakat dalam memilih pemimpinnya, dan hindarilah perpecahan karena perpecahan hanya merugikan kita semua.
  4. Saya sebagai Sultan Deli ke-14 menyatakan berdiri di atas semua kelompok dan preferensi politik, seraya mendoakan sesuatu yang baik akan dihasilkan dari proses konstitusional ini.

Semoga Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Agung memperlihatkan kita jalan dan arah yang lurus, dan kiranya Dia berkenan memberikan rahmat dan karunia yang besar kepada kehidupan kita, mengangkat kesulitan-kesulitan kita, memberikan kita kesabaran yang lebih kuat, serta memberikan kita kemampuan melewati masa pandemi Covid-19 dan ancaman resesi. Usaha dan perjuangan adalah tugas kita, dan kepada Allah kita serahkan semua urusan.

Ttd,
Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam

Wartawan coba mengonfirmasi kebenaran maklumat tersebut kepada sosok yang disebutkan Sang Sultan sebagai Amir, yakni Tikwan Raya Siregar, Senin (31/8/2020).

“Ya, itu sahih,” kata Tikwan singkat.

Ketika maklumat dikeluarkan, Tikwan pun mengatakan itu telah menjadi hak publik untuk dipahami.

“Maklumat itu disampaikan Sultan kepada seorang Amir yang dipercaya. Dan itu sudah disebarkan via medsos dan cara langsung,” tambah alumnus Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Faisal Riza, mengatakan maklumat tersebut merupakan bentuk keresahan Sang Sultan atas kondisi Kota Medan sekarang ini. Sang Sultan menyimpulkan citra Kota Medan sudah tidak lagi baik di mata orang luar.

“Ya, di antara citra buruk Kota Medan itu adalah korupsi politik. Laporan beragam media yang mengabarkan maraknya penangkapan beberapa kepala daerah oleh KPK,” begitu analisis Faisal Riza, Selasa (1/9/2020).

Dari keburukan yang terjadi belakangan ini, ternyata menurutnya berdampak buruk pula pada perekonomian. “Keadaan ini juga berpengaruh pada iklim usaha. Apalagi, bentuk-bentuk premanisme yang mencolok dalam praktik tata kota kita,” tukas dia.

Yang juga susah diperbaiki di Medan dan jadi citra buruk tersendiri, lanjut dia, adalah kriminalitas jalanan. “Kriminalitas jalanan juga bagian dari perbincangan para tamu yang datang ke Medan. Kebersihan kota, estetika kota. Banjir, dan sampah!”

Lantas bagaimana solusinya? Sosok pemimpin bagaimana yang tergambar pada maklumat tersebut?

“Makanya kita harus mendorong bersama gagasan-gagasan kemajuan untuk kota. Pemimpin harus lebih kolaboratif melibatkan masyarakat, dunia usaha, dan para ahli di kampus gotong royong berkontribusi untuk kota,” pungkasnya. (rel)

Mungkin Anda juga menyukai