Puluhan Mantan Pecandu Bersatu Dan Berjuang Tepis Stigma Negatif

Medan (medanbicara.com) – Puluhan pemuda dengan latarbelakang kelam yang pernah bersahabat dengan narkoba bahkan menjadikan skala prioritas dalam hidupnya coba bersatu dalam zona hijau atau zona aman.

Puluhan pemuda yang memiliki latarbelakang profesi yang beragam baik pegawai pemerintah, pengusaha, petugas keamanan resmi negara, bahkan seorang residivis turut bergabung.

Keinginan mereka pun cukup sederhana, apalagi kalau bukan menepis stigma negatif yang masih melekat di benak khalayak.

Berada dalam satu naungan, Yayasan Rumah Sehat Harapan Aftercare mereka tak pernah lelah berjuang membuktikan kepada masyarakat jika mereka juga layak hidup normal seperti yang lain.

Hal itu pun dibuktikan lewat satu agenda bernama Family Outing. Memanfaatkan alam terbuka yang berlokasi di kawasan Jalan Lintas Tanjung Pura-Aceh atau tepatnya Water Park Ria, puluhan pemuda ini menggelar beragam agenda dengan melibatkan keluarga.

Dari berolahraga renang, diskusi intens mengenai dunia adiksi akan bahaya laten narkotika dan solusi pencegahannya hingga ditutup dengan renungan malam.

“Family outing ini adalah agenda triwulanan Aftercare. Dan edisi kali ini kita sengaja mengambil tema ‘Keluarga Paling Utama. Kita melihat stigma negatif terhadap para pecandu terus melekat di tengah masyarakat dan yang bisa menghempangnya adalah orang terdekat dalam hal ini keluarga,” terang kordinator kegiataan family outing, Fajar didampingi pembina Aftercare, Aka Dedyanta, Selasa (22/12/2020).

Kenapa keluarga? sambung Fajar, di situasi apapun dan bagaimanapun tetap keluarga yang paling terdepan dalam menyelesaikan setiap masalah yang hadir.

“Stigma negatif masyarakat terhadap para pecandu sudah melekat dan sulit untuk dihilangkan. Peranan keluarga menjadi sosok terdepan dalam mengcounter setiap kesan buruk yang ada di benak masyarakat, salah satunya dengan kegiatan positif yang kita lakukan hari ini,” sebut Fajar.

Dalam kesempatan yang sama, pembina Aftercare Aka berharap ke depan bilang Fajar, para mantan (sebutan mantan pecandu) ini tak lagi menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat namun juga bisa bermanfaat dan memberi kontribusi positif ke depannya.

“Semua orang punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan semua orang punya kesempatan memberikan kontribusi positif dalam kehidupan betmasyarakat. Stigma positif inilah yang akan kita bangun,” tutup Aka. (rel)

Mungkin Anda juga menyukai