Mau Pulang Kampung Ingin Menikah, Anak Medan Kritis Ditembak Polisi, Rupanya…

Joshua dirawat di RS Elisabeth Batam. (ist)

BATAM (medanbicara.com)– Joshua roboh ditembak saat bersembunyi di plafon rumah. Padahal, sebelumnya ia sempat pamit ke tetangga akan pulang ke Medan untuk mengurus persiapan pernikahannya.

Rabu (25/7/2018), ia masih kritis, dirawat di RS Elisabet, Batam, akibat luka tembak di bahunya. Sejumlah personel polisi terlihat melakukan penjagaan di kamar perawatan.

Setelah Joshua ditangkap, akhirnya terkuak pria itu seorang residivis kasus pembunuhan di Batam pada tahun 2006 silam. Ia bebas dari penjara pada 2015 lalu. Namun ia tak jera dan kembali terlibat tindak kejahatan.

Bahkan dalam perampokan yang terjadi rumah Henry di Komplek Perumahan Mitra Raya Blok A No 38 diotaki oleh Joshua. Fakta ini diungkapkan Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus.

Kompol Firdaus menyebutkan, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk Ketua RT Teluk Kering, Hadi Setiawan. Kepada Hadi Joshua sempat pamit pulang ke Medan untuk mengurus pernikahannya.

“Dari hasil penyelidikan Joshua sempat pamit ke Medan ingin pulang mengurus pernikahannya. Tiba-tiba sudah kita amankan malamnya. Ada barang bukti linggis dan sebagainya. Pasti direncanakan secara matang,” kata Kompol Firdaus kepada wartawan.

Joshua ditembak di bagian bahu setelah polisi menemukannya bersembunyi di plafon rumah saat digerebek. Namun dua orang rekannya, Indra dan Jindi, berhasil kabur.

Dalam perampokan di rumah Henry, Joshua dan dua rekannya berbagi tugas. Indra dan Jindi berpura-pura menanyakan keberadaan Joshua kepada korban. Saat masuk ke dalam rumah, Indra mematikan listrik. Lalu Joshua yang sebelumnya bersembunyi, menghantam kepala Henry menggunakan linggis.

Sementara RT Teluk Kering Hadi Setiawan mengatakan, Joshua Prasetyo selama ini bekerja sebagai cleaning service di Gereja GTI, Bukit Zaitun. Namun beberapa hari yang lalu ia pamit dengan alasan mau menikah di kampung halamannya.

“Saya nggak menyangka kalau yang ditembak polisi itu adalah pekerja saya. Ia pamitnya sama saya mau pulang kampung, katanya mau nikah di Medan,” ujar Hadi.

Hadi mengaku bertemu Joshua ketika melayani pembekalan rohani kepada para tahanan di Lapas. Setelah bebas dari Lapas Barelang dua tahun lalu, ia diajak bekerja oleh Hadi yang merupakan pendeta di gereja itu.

“Kami berkenalan di Lapas saat ia (Joshua) masih menjadi warga binaan di sana. Karena saya pikir kasihan setelah keluar mau bekerja apa, makanya saya bawa untuk bekerja di gereja,” tambahnya. (bnc/msc)

Mungkin Anda juga menyukai