2 Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Dibawa ke Medan, 1 Innalillahi

Lokasi ledakan sumur minyak di Aceh. (Ist)

MEDAN (medanbicara.com)- Sumur minyak tradisional di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur meledak. Sebanyak 18 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, dan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.

Dua orang korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Kota Medan, Rabu (25/4).

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB. Kedua pasien yang dirujuk yakni Zainal Abidin, 36, dan Muhammad Rafi, 39. Mereka diketahui bekerja di lokasi pengeboran minyak.

Dokter Spesialis Bedah Kulit RSUP H Adam Malik Utama Abdi Tarigan mengatakan, keduanya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Korban Muhamad Rafi juga dinyatakan sudah meninggal saat tiba di Adam Malik.
Berita Terkait

“Untuk korban Zainal Abidin masih dirawat di ruang resusitasi,” kata Utama, Rabu (25/4).

Hasil diagnosis sementara, kondisi tanda vital Zainudin terbilang stabil. Mulai dari pernapasan, detak jantung, dan denyut nadi yang masih stabil. "Cuma tekanan darahnya saja kita tidak bisa ukur karena seluruh badannya tertutup luka bakar," ungkapnya.

Di ruang resusitasi, Zainudin dipasangi alat bantu pernapasan karena korban mengalami trauma pernapasan. Kulit bagian dada juga sudah dilakukan tindakan eskaratomi.

Hingga saat ini, korban Zainudin belum sadarkan diri. Tim dokter masih menanganinya secara intensif. Saat ini dokter juga sudah memberikan cairan tambahan untuk korban. Sebab, pada kasus luka bakar, korban kerap kali kehilangan banyak cairan.

Jika kondisinya stabil, dokter akan mengambil tindakan operasi untuk mengangkat jaringan kulit yang mati. Dokter juga sudah bersiaga jika masih ada lagi korban yang dirujuk ke Adam Malik.

"Kami sifatnya menunggu. Tapi kami sudah perintahkan seluruh staf untuk bersiap," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya ledakan besar terjadi pada sumur minyak di sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga kini semburan api belum juga bisa dipadamkan. (jpc/pra/ind)

Mungkin Anda juga menyukai