Cekcok, Pria Ini Tikami Ayah dan Saudara Kandungnya Sampai Tewas

polisi melakukan olah TKP. (Pm)

MEDAN (medanbicara.com)- Seorang pria berinisial AS (20) tega membunuh ayah dan saudara kandungnya sendiri masing-masing berinisial SG (50) dan MK (21), di rumah mereka di Jalan Karya, Gang Wakaf, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Sabtu (28/8/2021).

Menurut warga, pembunuhan berawal dari keributan antara pelaku berinisial AS. Setelah cekcok, pelaku menikam ayahnya berinisial SG dan saudaranya MK di rumah, sekira pukul 19.00 WIB tadi. Keduanya ditemukan bersimbah darah dan penuh bekas luka tusukan senjata tajam.

“Kejadiannya sekitar jam 7 malam tadi,” kata Faisal (30), warga Jalan Karya, Gang Wakaf kepada wartawan.

Pembunuhan itu membuat warga setempat geger. Dalam waktu singkat, warga yang mengetahui peristiwa itu langsung memadati tempat kejadian perkara (TKP).

Warga juga langsung melaporkan pembunuhan ayah dan saudara kandung itu ke kepolisian setempat. Tidak lama kemudian, polisi mendatangi TKP.

Polisi telah mengevakuasi jenazah kedua korban yang penuh luka bekas senjata tajam itu ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi. Sementara pelaku juga sudah diamankan ke kantor polisi.

“Sudah dibawa tadi (pelaku dan korban),” ujar Faisal.

Setelah membunuh ayah dan abang kandungnya, tersangka AS (20) tidak melarikan diri, melainkan bersujud dan berdiam di dalam rumah.

Hal itu dikatakan Zaki, salah satu saksi mata yang juga paman dari tersangka AS. Dikatakannya bahwa Ia sempat mendapat kabar bahwa pelaku cekcok dengan keluarga.

“Selepas Maghrib saya dapat kabar pelaku telah cekcok dengan keluarga, lalu salah satu tetangga melapor kepada saya, mendapat kabar itu (pembunuhan). Saya langsung ke rumah tersangka dan melihat tersangka sudah bersujud di depan pintu depan mayat ayahnya dan saya menemukan korban sudah berlumuran darah juga tak bernyawa,” ungkapnya saat ditemui wartawan, Sabtu (28/8) malam.

Lebih lanjut dikatakan Aziz, setelah melihat korban, ia memegang pelaku sambil bertanya senjata yang digunakan untuk membunuh diletakkan di mana.

“Dia mengatakan ada di dapur. Saya sempat bertanya apa masalahnya, karena berhubung tersangka bekerja dengan saya, belum lagi bicara, ia sudah dipukuli warga sekitar dan pelaku sempat berteriak 5 menit saja,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, AKP Prastyo, Minggu (29/8) mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa dua bilah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi para korban.

“Kasusnya masih didalami untuk mengetahui motif pembunuhan ini,” katanya.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (28/8) malam sekitar pukul 19.05 WIB. Diduga sempat terjadi pertengkaran antara pelaku dan kedua korban.

Pelaku kemudian menikam ayah kandungnya, SG pada bagian perut, dada serta punggung. Sedangkan saudara kandung korban MK mengalami belasan luka tikam di sekujur tubuhnya.

“Ada sekitar 15 luka tikam di bagian perut korban R,” ujarnya.

Saat ini jenazah kedua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk divisum.

Adit, salah satu warga mengatakan bahwa tersangka AS (20) merupakan anak yang alim dan rajin beribadah.

“Ya orangnya baik, rajin beribadah, dan pendiam. Pokoknya tidak adalah yang aneh-aneh,” ungkap Adit, salah satu teman tersangka, Sabtu (28/8).

Plt Kapolsek Medan Barat, AKP Tina mengatakan, bahwa tersangka AS sudah diamankan dan dibawa langsung ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti pisau sudah diamankan, kedua mayat juga sudah dibawa ke rumah sakit,” pungkasnya. (pm/wol/ant)

Mungkin Anda juga menyukai