Mekar saat turun dari angkot pacarnya. (mdc)
Loading...

DELITUA (medanbicara.com)–Mekar (19) sebut saja namanya begitu, dipergoki keluarganya berduaan dengan kekasihnya di dalam kamar salah satu hotel, Senin (16/9/2019) sekira pukul 15.00 Wib.

SR (57), ibu sang gadis pun sempat histeris dan pingsan saat menceritakan apa yang dialaminya putri sulungnya itu, di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Delitua, sekira pukul 18.00 Wib.

Ditemui di Mapolsek Delitua, ibu dan sepupu Mekar mengatakan, penggrebekan tersebut berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang mulai merasa aneh dengan tingkah laku anaknya itu dalam beberapa bulan terakhir.

Senin (16/9/2019), mereka pun memutuskan untuk membuntuti Mekar yang sehari-hari bekerja di Pasar Sambu setelah gadis itu permisi berangkat kerja pada ibunya.

“Karena curiga, kami pun mengikuti dia diam-diam waktu mau pergi kerja itu,” tutur YN, sepupu Mekar.

Setelah memantau dari kejauhan, di pinggir jalan, Mekar kemudian terlihat menunggu Angkot KPUM trayek 08, jurusan Delitua-Sambu.

Namun, setelah beberapa yang lewat, remaja itu tak kunjung berangkat, hingga salah satu angkot kemudian berhenti begitu saja di depan Mekar.

Pihak keluarga kemudian membuntuti angkot tersebut hingga akhirnya masuk ke salah satu hotel kelas melati di jalan Delitua-Pamah, Kelurahan Delitua Barat, Kecamatan Delitua.

Begitu melihat keduanya masuk, anggota keluarga kemudian menghubungi SR dan memberitahukan keberadaan putrinya.

Selanjutnya, setelah sang ibu tiba, mereka pun meminta izin pihak hotel untuk memastikan keduanya memang sedang berada di dalam kamar.

SR korban dibantu keponakan perempuannya itu pun langsung menggedor pintu kamar hotel. “Buka, buka pintu ini!” teriak SR seperti dituturkannya kepada wartawan di Mapolsek Delitua.

Mendengar ketukan pintu semakin kuat, DN dan Mekar yang awalnya sempat berdiam diri akhirnya membuka pintu kamar hotel. Begitu pintu terbuka, SR pun spontan histeris melihat putri sulungnya itu di dalam kamar hanya berduaan dengan DN.

Mengetahui perbuatannya telah terbongkar, DN kemudian berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di hadapan SR dan YN, pria itu sepakat membicarakan persoalan tersebut di kediaman Mekar. Selanjutnya, mereka pun berangkat dari hotel sama-sama menumpang Angkot yang dikemudikan DN.

“Aku duduk di depan, ibu ini sama adik sepupu ku itu duduk di belakang,” kata YN.

Namun, begitu keluar dari halaman hotel, DN tiba-tiba membelokkan angkot yang dikemudikannya berbalik ke arah Biru-biru, bukan ke arah kediaman Mawar.

Melihat gelagat tidak baik itu, YN kemudian mempertanyakan maksud pria yang diketahui beralamat di Jalan Saudara, Kelurahan Sudi Rejo II, Medan itu.

“Waktu kami ajak ke rumah, DN membelokan mobilnya ke arah Biru-biru,” beber Yuni saat di Polsek Delitua.

Namun, saat itu DN mengaku hendak memulangkan angkot kepada pemiliknya di seputaran Asrama Armed.

“Udah kami bilang, bawa aja angkot mu ke rumah, tapi dia tetap gak mau. Katanya mau dipulangkan dulu angkotnya itu sama tokenya,” beber YN.

Beberapa kali permintaan keluarga Mawar tak digubris, begitu angkot mendekati Mapolsek Delitua, YN pun langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

“Tolong..! Tolong..! Mau dilarikan kami!” teriaknya hingga mengundang perhatian warga dan petugas kepolisian yang berada di sana.

Warga mendengar teriakan itu pun langsung memberhentikan laju angkot yang dikemudikan DN lalu mengarahkan masuk ke kantor polisi.

Di kantor polisi, sang ibu pun menceritakan kejadian yang menimpa putrinya itu. Namun, saking sedihnya, SR sempat histeris dan pingsan di hadapan petugas.

Beberapa pengunjung Polsek Delitua pun bersama petugas kemudian segera membantu Sri dan menyadarkannya kembali.

Menurut YN, Mekar diduga kepincut dengan sang duda karena seringkali menumpang angkot yang dibawanya.

“Kenalan di angkot orang itu, jadi langganan. Terus lama-lama dikasih gratis,” katanya.

Mekar pun dikatakan sudah seringkali permisi tidak masuk kerja hanya gara-gara bertemu DN.

“Dari kawannya kerja yang ku tanya, udah sering adik sepupu ku ini nggak masuk kerja, gara-gara jumpa sama cowok itu lah,” beber YN lagi.

Sementara itu, Mekar saat ditanyai mengaku sudah berpacaran dengan DN selama setahun. Selama pacaran itu pun dia mengakui mereka sudah 2 kali masuk hotel.

“Biar pun kami sudah masuk hotel, tetapi kami belum pernah berhubungan intim bang,” kata remaja yang bekerja sebagai penjaga toko ini.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto ketika dikonfirmasi melalui salah seorang petugas SPK mengatakan, pihak keluarga Mekar belum memutuskan apakah akan melaporkan supir angkot itu atau tidak.

“Korban belum membuat laporan dan masih berembuk dengan keluarganya,” sebut petugas tersebut. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY