Ingin Bersih Dari Narkoba, Rektor USU Tetap Berlakukan Jam Malam

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu /eko fitri

MEDAN (medanbicara.com)-Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Runtung Sitepu memprioritaskan, kampus yang dipimpinnya itu benar-benar bersih dari narkoba dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu, dia tetap akan berlakukan jam malam dilingkungan USU.

“Seribu persen tidak akan saya cabut SK ja malam yang sudah diberlakun. Kalau mahasiswa mau belajar, kan bisa di perpustakaan. Kalau belajar sampai jam 01.00 WIB dini hari pun kita persilahkan. Kalau sifatnya akademik, minta ijin pasti bisa. Tapi itu sepertinya hanya kamuflase alasan mau belajar,”kata Runtung kepada wartawan di kampus USU, Senin (30/10).

Runtung menjelaskan, tujuannya memberlakukan jam malam untuk kepentingan yang baik bagi mahasiswa. Selain itu, untuk menjaga mahasiswa, agar tidak terkontaminasi narkoba.

“Saya buat peraturan itu bukan untuk menyusahkan mahasiswa, tapi membuat mereka semua jadi sarjana. Jadi bukan untuk menghambat studi mahasiswa. Kalau ada yang tertangkap narkoba, kan nama USU yang tercemar. Itu makanya dibuat peraturan jam malam, untuk menjaga nama USU dan mahasiswa serta mengatasi banyaknya pencurian,”bebernya.

Selain memberlakukan jam malam kata Runtung, pihaknya juga meminta bantuan kepada Polrestabes Medan untuk mengamankan lingkungan di USU sebagai upaya mewujudkan USU bersih dari narkoba. Sebab, USU tidak mempunyai tenaga pengamanan yang tangguh dan hanya mengandalkan aatpam maka beberapa bulan yang lalu.

"Ada 4 orang polisi di USU yang membantu pengamanan di lingkungan USU. Petugas ini yang selalu melakukan patroli karena disinyalir kampus USU digunakan sebagai peredaran narkoba. Saya menduga orang luar yang memanfaatkan. Informasinya ini dilakukan di gedung Fakultas Ilmu Budaya. Ini bahaya, jadi saya ingin semua bersih,” kata Runtung.

Bahkan kata Runtung, bila perlu USU melakukan tes urin kepada seluruh mahasiswa USU, terutama kepada mahasiswa yang kerap melakukan demo.

"Kepala BNN Budi Waseso saat ke USU menyatakan bahwa rektor berwenang melakukan sampling untuk lakikan tes urin. Jadi kita akan lakukan hal seperti itu. Kalau mahasiswa normal dan tujuannya belajar di USU dengan kebijakan yang dikeluarkan, itu semua mendukung. Terkecuali orang yang tujuannya ke USU tidak belajar dan ingin mengacau. Program yang saya buat tujuannya untuk mahasiswa semua, bagaimana meluluskan mahasiswa berkualitas dengan IP tinggi, cepat tamat dan cepat kerjanya. Itu tujuannya disini,"paparnya.

Terkait adanya pertikaian antara mahasiswa dan satpam lanjut Runtung, pihaknya sepenuhnya sudah menyerahkan penyelesaiannya pada pihak polisi.

"Polisi yang lebih tahu bagaimana mengusut masalah ini. Kita hormati proses hukum semuanya. Imanuel yang kena pukul telah diobati ke rumah sakit karena kita merasa bertanggungjawab secara moral. Kalau secara hukum, kita tidak bertanggungjawab. Apalagi yang bersangkutan statusnya sudah drop out (DO), "ujarnya. (eko fitri)

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai