Istri Pakaikan Training Saat Hakim PN Medan Sudah Jadi Mayat, Ini Fakta-fakta Rekonstruksi Kedua…

Zuraida Hanum, otak pembunuhan sang suami, hakim Jamaluddin, saat menjalani rekonstruksi. (dtc)

MEDAN (medanbicara.com)-Tiga orang tersangka pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin menjalani rekonstruksi kedua. Di rekonstruksi ini, diperagakan ulang peristiwa saat Zuraida Hanum menjemput dua eksekutor yakni Jefri Pratama dan Reza Fahlevi sampai membuang mayat Jamaluddin. Berikut fakta-faktanya

  1. Eksekutor Titip Mobil di Rumah Saudaranya

Lokasi pertama rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin digelar di Graha Johor, Medan Johor, Kamis (16/1/2020). Pada tanggal 28 November 2019, Jefri dan Reza mengembalikan mobil milik Jefri ke rumah saudaranya di Graha Johor.

Usai mengembalikan mobil, dua eksekutor hakim Jamaluddin menunggu dijemput Zuraida Hanum.

2. Dijemput Istri Hakim Naik Mobil

Di reka adegan selanjutnya, tampak Zuraida Hanum mengendarai mobil menjemput dua tersangka eksekutor hakim Jamaluddin.

Jefri dan Reza duduk di belakang lalu menuju ke rumah hakim Jamaluddin untuk menjalankan eksekusi pembunuhan.

3. Eksekutor Pakai Masker dan Sarung Tangan di Mobil

Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, eksekutor pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin menyiapkan diri sebelum eksekusi di dalam mobil istri Jamaluddin, Zuraida Hanum. Di mobil, dua eksekutor memakai sarung tangan dan masker.

Pantauan wartawan di lokasi, dua eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin menggunakan jaket, sarung tangan dan masker.

Reza Fahlevi tampak memakai celana jeans, kaos dan jaket warna hitam. Kedua eksekutor ini berada di kursi belakang mobil sedan yang dikendarai Zuraida Hanum. Dari lokasi ini, ketiganya menuju rumah Jamaluddin untuk melakukan eksekusi pembunuhan.

4.Beli 2 HP Sekali Pakai

Otak pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin, Zuraida Hanum menyerahkan duit Rp 2 juta untuk dua eksekutor Jefri Pratama dan Reza Fahlevi. Duit ini juga dipakai untuk membeli handphone sekali pakai.

"Dia (eksekutor) langsung melakukan pembelanjaan-pembelanjaan. Termasuk membeli dua handphone untuk sekali pakai dan dipergunakan oleh tersangka Zuraida dan Jefri," kata Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Andi Rian di sela rekonstruksi rencana pembunuhan hakim Jamaluddin di Medan, Senin (13/1/2020).

Handphone yang dibeli eksekutor langsung dibuang saat mayat hakim Jamaluddin ditinggalkan dalam mobil di Deli Serdang.

5. Awalnya Diskenario Tewas Sakit Jantung

Pada rekonstruksi kedua ini, ada 77 adegan yang diperagakan para tersangka.

"Jadi jumlah adegan di rumah ini 54. Dan nanti juga dilengkapi dengan pembuangan jasad korban. Jadi 77 adegan," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di Perumahan Royal Monaco, Jl Eka Surya, Medan Johor, Medan, Kamis (16/1/2020).

Perumahan Royal Johor merupakan tempat tinggal hakim Jamaluddin bersama keluarganya. Di lokasi ini Jamaluddin dihabisi.

Rencana awal, para pelaku hendak membuat skenario seolah-olah hakim Jamaluddin mengalami serangan jantung.

"Skenario pertama adalah korban diskenariokan mati karena mengalami serangan jantung. Makanya mereka tidak menggunakan benda kekerasan, tapi hanya menggunakan bantal dan bed cover," ujar Martuani.

6. Skenario Pertama Gagal, Disetting Tewas Kecelakaan

Skenario pertama gagal karena ada luka lebam di muka hakim Jamaluddin setelah tewas dibekap bantal dan bed cover. Para pelaku sempat berdebat hingga memutuskan membuat skenario hakim Jamaluddin tewas akibat mengalami kecelakaan.

"Di sinilah para tersangka ada perdebatan sehingga diputuskan membuang jasad korban jam 4, menjelang terang. Kenapa diputuskan di Desa Kutalimbaru, karena tak ada tempat lagi, sudah berkejaran dengan waktu, hari sudah mau terang. Orang sudah mulai keluar rumah, maka diputuskan tempat yang paling dekat, perkebunan itu. Dan mereka cek mobil bisa dimasukkan ke dalam jurang, seolah-olah laka lantas," ujar Martuani.

7.Dipakaikan Baju Training

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin mengatakan Zuraida Hanum punya skenario matang kasus pembunuhan suaminya, hakim Jamaluddin. Zuraida pun tetap tenang saat menjalani rekonstruksi kedua pembunuhan suaminya tersebut.

"Karena istri korban ini hebat. Dia tenang, mungkin rekan-rekan bisa lihat. Tampilan dia sangat tenang," kata Martuani di sela rekonstruksi pembunuhan di Perumahan Royal Monaco, Jl Eka Surya, Medan Johor, Medan, Kamis (16/1/2020).

Sebagai otak pembunuhan, Zuraida memperhitungkan soal kebiasaan suami hingga situasi dan kondisi lingkungan. Zuraida punya perhitungan-perhitungan sendiri untuk menutupi jejak pembunuhan suaminya.

"Terus dia tahu kebiasaan suaminya, tak pernah keluar malam hari. Kemudian, kalau malam di perumahan ini ada sekuriti. Kalau sekuriti tahu keluar malam jam 01.00 WIB dan yang bawa mobil itu bukan suaminya, maka dia sarankan, nanti setelah menjelang pagi," jelas Martuani.

Awalnya, Zuraida ingin membuat skenario agar seolah-olah hakim Jamaluddin meninggal akibat serangan jantung. Maka dia meminta dua eksekutor, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, membekap Jamaluddin saat tertidur.

Namun, skenario itu gagal karena ada luka lebam di wajah Jamaluddin. Sempat terjadi perdebatan antara Zuraida dan dua eksekutor soal menutupi kematian Jamaluddin. Akhirnya mereka sepakat untuk membuat skenario Jamaluddin tewas akibat kecelakaan dalam perjalanan ke kantor.

Di poin ini, Zuraida pun memikirkan pakaian terakhir untuk Jamaluddin.

"Nah kedua, ada yang menarik. Bahwa pertama ingin dipakaikan baju batik, tapi istrinya ingat, hari jumat adalah olahraga. Maka dipasangkan baju training. Sangat direncanakan dengan matang, khususnya serangan jantung," ujar Martuani.(dtc)

Mungkin Anda juga menyukai