CALEG GOLKAR

Janda Ditemukan Tewas Sujud di Depan Pintu Rumah Kontrakan

MEDAN (medanbicara.com)- Warga yang tinggal di kawasan Jalan Tiung Raya Ujung/Parkit Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan Lama, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang mendadak heboh.

Pasalnya, seorang janda, Ernita br Lubis (47) ditemukan tewas di depan pintu rumah kontrakan dengan posisi tubuh bersujud, Kamis (22/7/2021) pagi.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, mayat ibu rumah tangga (IRT) itu pertama sekali ditemukan warga sekitar yang hendak pergi belanja di pajak, dan sedang berolahraga sekira pukul 06.00 WIB.

Warga yang curiga melihat posisi tubuh korban bersujud di depan pintu yang terbuka langsung memanggil-manggil nama korban.

Warga sempat ketakutan lantaran di posisi mayat korban terdapat cairan yang diduga air seni korban yang berprofesi sebagai penjahit baju itu.

Temuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Percut Seituan dan Kecamatan.

Tak lama berselang Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP M Karokaro, Bhabinkamtibmas Aiptu Saul Herwanto Siregar, Lurah Kenangan Lama Dedi Basri Batubara, Kepling setempat dan petugas puskesman yang mengenakan baju APD anti Covid-19 tiba di lokasi.

Petugas puskesmas langsung menyemprotkan cairan disinfektan di tubuh serta rumah kontran korban.

Petugas juga mengamankan dompet berisi uang seratusan ribu dan KTP korban yang beralamatkan di Jalan Sisingamangaraja, Gang Angkir, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota.

Beberapa saat kemudian Tim Inafis Sat Reskrim Polrestabes Medan juga tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP, serta mengidentifikasi mayat korban.

Di saat bersamaan sejumlah orang yang mengaku sebagai mantan suami dan keluarga korban tiba di lokasi. Pihak keluargapun membuat surat pernyataan tidak keberatan agar korban tak dibawa ke rumah sakit.
Selanjutnya korban dibawa dengan menggunakan mobil ambulans menuju rumah keluarga di Jalan Pipit Perumnas Mandala.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP M Karokaro yang dikonfirmasi mengatakan, dari keterangan saksi-saksi di lokasi menyebutkan bahwa korban sudah lama mengidap penyakit kronis.

“Korban memiliki riwayat penyakit paru-paru. Menurut warga, korban tidak memiliki uang untuk berobat. Warga juga sering mengantar makanan untuk korban. Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Kenangan Lama Dedi Basri Batubara yang menerima ada warganya tewas langsung datang ke lokasi untuk mengimbau warga agar tidak berkerumun di masa pandemi Covid-19.

“Saya tahu jika warga ingin sekali melihat adanya wanita yang meninggal. Namun warga berkerumun sehingga saya meminta warga untuk membubarkan diri. Apalagi saat ini sedang diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk memutus mata rantai Covid-19,” tuturnya. (Mpc)

Mungkin Anda juga menyukai