Kecurangan Dilakukan RS Tidak Mudah Terdeteksi

BPJS Kesehatan defisit, diduga karena lebih banyak biaya operasional dari pada melayani peserta BPJS Kesehatan/net

MEDAN (medanbicara.com)-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat ini tengah membidik sejumlah rumah sakit yang melakukan kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Namun, menurut Pengamat Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Destanul Aulia hal ini akan menjadi sulit, sebab kecurangan yang dilakukan oleh rumah sakit itu tidak mudah untuk terdeteksi.

“Sangat sulit untuk mendeteksi fraud itu. Karena hal ini menyangkut kekuasaan absolut dari dokter maupun rumah sakit,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (27/10).

Sementara, jelas Destanul, tim verivikator BPJS Kesehatan umumnya bukan berlatarbelakang pendidikan kedokteran ataupun kesehatan. Sehingga, laporan yang di dapatkan BPJS Kesehatan dari rumah sakit tidak bisa dipahami secara benar.

“Jadi, BPJS harusnya bisa mengimbangi, supaya potensi fraud dari klaim rumah sakit tersebut bisa terdeteksi. Selain itu, untuk menerima laporan, seharusnya BPJS lebih menggunakan pola day to day atau week to week,”ujarnya.

Lebih lanjut, Destanul mengatakan, potensi fraud di Kota Medan sebetulnya sangat tinggi. Karenanya, ia berpendapat BPJS Kesehatan harus bisa meningkatkan quality controlnya.

“Rumah sakit juga harus ada kepastian diagnosis seorang pasien, di level mana keputusan medis akan diberikan kepadanya. Hal ini tentunya harus diambil dari kedua belah pihak baik rumah sakit ataupun BPJS,” ucapnya.

Destanul menambahkan, dilibatkannya KPK dalam kinerja BPJS Kesehatan, hal ini dilatarbelakangi oleh defisitnya anggaran BPJS yang terjadi setiap tahun. Sebab, berdasarkan temuan, ada sejumlah kecenderungan klaim yang ternyata lebih tinggi dari pemanfaatannya.

“Tapi saya pikir, BPJS juga harus memperbaiki upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif, supaya tidak terjadi ledakan pasien. Hal inilah yang memotivasi BPJS Kesehatan untuk menggandeng KPK," pungkasnya.(Fatimah)

 

Mungkin Anda juga menyukai