Menderita Paru-paru Basah, Pria Terpendek di Dunia Meninggal Usia 27 Tahun

Khagendra Thapa Magar. (afp)

KATHMANDU (medaanbicara.com)- Pria terpendek di dunia yang bisa berjalan, seperti diverifikasi oleh Guinness World Records, meninggal dunia. Pihak keluarga mengatakan pria tersebut meninggal di rumah sakit di Nepal.

Tinggi pria bernama Khagendra Thapa Magar tersebut 67,09 centimeter. Dia meninggal karena pneumonia di sebuah rumah sakit di Pokhara, 200 kilometer dari Kathmandu, di mana dia hidup bersama orang tuanya.

“Dia masuk dan keluar rumah sakit karena pneumonia. Tetapi kali ini hatinya juga terpengaruh. Dia meninggal hari ini,” kata saudaranya, Mahesh Thapa Magar, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/1/2020).

Magar pertama kali dinyatakan sebagai pria terpendek di dunia pada 2010 setelah ulang tahunnya yang ke-18. Dia difoto sambil memegang sertifikat hanya sedikit lebih kecil dari dirinya. (dtc)

Namun dia akhirnya kehilangan gelar setelah Chandra Bahadur Dangi dari Nepal, yang berukuran 54,6 centimeter, Dia dinamai sebagai manusia bergerak terpendek di dunia.

Magar mendapatkan kembali gelar setelah kematian Dangi pada 2015.

“Dia sangat kecil ketika dia lahir sehingga dia bisa muat di telapak tanganmu, dan sangat sulit untuk memandikannya karena dia sangat kecil,” kata ayahnya, Roop Bahadur, menurut Guinness World Records.

Sebagai pria terpendek di dunia, pria berusia 27 tahun ini bepergian ke lebih dari selusin negara dan membuat penampilan televisi di Eropa dan Amerika Serikat.

“Kami sangat sedih mendengar berita dari Nepal bahwa Khagendra tidak lagi bersama kami,” kata Craig Glenday, pemimpin redaksi Guinness World Records.

“Hidup bisa menjadi tantangan ketika berat badan Anda hanya 6 kilogram dan Anda tidak cocok dengan dunia yang dibangun untuk orang kebanyakan. Tapi Khagendra tentu saja tidak membiarkan ukurannya yang kecil menghentikannya untuk mendapatkan yang terbaik dari kehidupan,” katanya.

Sekadar diketahui, pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada penderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru (alveoli) akan meradang dan dipenuhi cairan atau nanah. Akibatnya, penderita mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil.

Bakteri, virus, dan jamur merupakan organisme yang dapat menyebabkan pneumonia atau paru-paru basah. Namun pada penderita dewasa, kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri.(dtc/bbs)

Mungkin Anda juga menyukai