RES saat membuat pengaduan ke Mapolsek Patumbak. (ist/mdc)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)– Seorang ibu rumah tangga berinisial RES mendatangi Mapolsek Patumbak, Selasa (12/3/2019). Perempuan berusia 43 tahun itu mengaku telah dianiaya suaminya DP (38) dan selingkuhannya. Oihmakjang..!

Penganiyaan itu, menurut RES, dialaminya, ketika dia memergoki suaminya tengah di atas perut wanita selingkuhannya di dalam kamar kafe remang-remang, Senin (11/3/2019). Akibat penganiyaan tersebut, RES mengalami luka-luka di wajah dan tubuhnya.

Cerita berawal karena suami sudah 2 minggu tak pulang-pulang ke rumah. Karena kesal, wanita yang masih bohai itu kemudian mendatangi Kafe Bintang, di Jalan Meka Tani, Marindal I, Kecamatan Patumbak, tempat suaminya bekerja sebagai pemain keyboard.

Tiba di sana, RES tidak menemukan suaminya bekerja. Saking kesalnya, wanita itu kemudian memeriksa sejumlah kamar yang ada di kafe tersebut.

Benar saja, setelah beberapa kamar diperiksa, RES akhirnya menemukan suaminya. Namun, bak disambar petir di siang bolong, RES kaget bukan kepalang. Pasalnya, suaminya dipergokinya sedang memacu birahi bersama wanita lain.

Melihat suaminya telanjang bersama perempuan tersebut, RES spontan histeris sejadi-jadinya. Tapi, jeritan RES ternyata membuat sang suami panik dan emosi.

Pria itu langsung menjambak rambut istrinya dan melayangkan beberapa tinju dan tendangan ke tubuh RES. Tak cukup sampai di situ, wanita yang tadinya sedang bergelut dengan suami RES pun tiba-tiba ikut mengamuk dan memukuli RES.

Setelah merasa puas, DP dan kekasihnya kemudian kabur meninggalkan RES begitu saja.

“Geram kali aku nengok dia. Sudah tak pulang-pulang, bertingkah pula,” kesal RS sembari memperlihatkan luka lebam di sekujur tubuhnya.

“Ini semua gara-gara dipukuli suami ku sama selingkuhannya,” imbuhnya.

Ibu dua anak itu berharap, agar polisi segera menangkap suaminya itu bersama kekasihnya.

Terpisah, Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi, mengaku telah menerima laporan korban. “Masih diselidiki,” katanya. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY