Polisi menggunakan robot saat melakukan olah TKP bom (dtc)
Loading...

SIBOLGA (medanbicara.com)-Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang ditangkap di Sibolga, Sumut, mengaku sudah merakit puluhan bom. Empat bom di antaranya dibawa istri yang kemudian tewas karena memilih meledakkan diri bersama anaknya saat dikepung polisi.

“Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit. Yang aktif yang dibawa istrinya sekitar 4 bom dan ada bahan-bahan juga (seperti) puluhan kg berupa potasium sebagai bahan baku,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Dedi menerangkan efek ledakan bom rakitan Abu Hamzah yang diduga terkait jaringan JAD berafiliasi ISIS ini cukup kuat. Sejumlah rumah mengalami kerusakan.

“Artinya bahwa jumlah bom meskipun low explosive, tapi kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakan cukup fatal. Tim masih bekerja,” tegas dia.

Abu Hamzah Cs disebut punya target serangan anggota Polri. Ada tiga terduga teroris yang ditangkap di Sibolga, Sumut.

“Yang jelas sasarannya aparat keamanan. Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris,” ujar Dedi Prasetyo.

“Yang ditangkap di Lampung, Kalbar dan Sibolga masih satu jaringan. Mereka saling komunikasi melalui medsos pakai WAG, e-mail sama Facebook. Saudara AH memiliki kemampuan untuk merakit bom dan mempengaruhi kelompok tersebut,” terang Dedi.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto secara terpisah mengatakan, penangkapan terduga teroris di Sibolga merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

“Kejadian di Sibolga merupakan pengembangan penangkapan Densus 88 jaringan ISIS di Sumatera. Densus bergerak dan ditangkap satu terduga di Lampung dengan pengembangan di Sibolga. Tim bergerak di Sibolga, ada 3 orang ditangkap, selain Abu Hamzah, ada AHH dan AR alias D,” kata Agus terpisah.

Sebelumnya istri Abu Hamzah dan anaknya yang berusia sekitar 2 tahun tewas meledakkan diri dengan bom lontong rakitan pada sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (13/3/2019).

“Yang sudah bisa dipastikan yaitu jasad yang ditemukan di TKP ada dua. Jasad seorang perempuan yang usianya di atas 30 tahun dan satu jasad anak-anak yang usinya sekitar 2 tahun. ini masih proses identifikasi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019). (dtc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY