Tiga Universitas dari Jepang Fokus Bantu Basmi Cacing Pita di Sumut

dr Umar Zein saat diwawancarai wartawan/fatimah

MEDAN (medanbicara.com)-Beberapa daerah atau desa di Sumatera Utara masih banyak masyarakatnya yang mengidap cacing pita. Kondisi ini disebabkan, karena masyarakat setempat masih ada yang memakan daging mentah dengan alasan menu makanan tradisi dari suku mereka.

Menu makanan inilah yang menjadi penyebab cacing pita berkembang biak didalam perut manusia.

Praktisi Kesehatan dari Sumut, dr Umar Zein menyebutkan, salah satu daerah yang masih banyak ditemukan kasus cacing pita adalah Simalingun. Dengan banyaknya ditemukan cacing pita di daerah kabupaten Simalungun, maka ia dan beberapa timnya sudah berupaya untuk mengeluarkan cacing pita tersebut dari tubuh pasien.

“Saat ini kita sedang lakukan pendekatan dengan tiga universitas dari Jepang, yaitu universitas Yamaguchi, Universitas Asahikawa, dan Universitas Kioto Jepang. Kita minta bantuan kepada mereka dengan pemeriksaan yang lebih terfokus lagi,”katanya kepada wartawan, Rabu (25/4).

Dikatakannya, dengan bekerjasama tiga universitas ini, akan diperiksa dengan adanya dugaan memiliki spesies baru dari cacing tersebut. Dan saat ini pihaknya baru mengirimkan ke tiga universitas tersebut  sebanyak empat sempel jenis cacing yang ada diperut pasien.

“Dari ke empat ini tiga spesies di duga hibrid gabungan dari dua species, tetapi mereka memerlukan semple lebih banyak dan mereka rencana akan minta dana bantuan dari WHO,”ujarnya.

Umar Zein juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan turun kelapangan jika tidak ada obatnya karena masyarakat setempat bisa marah. Atas kondisi iti, ia sudah meminta 12.000 dosis untuk 12.000 orang khusus Kabupaten Simalungun saja.

“Jumlah 12 ribu obat ini jelas belum mencukupi kebutuhan di Simalungun, sebab ada sekitar 170 kasus yang kita jumpai di satu desa saja, sedangkan di Simalungun mempunyai 36 kecamatan yang terdiri dari 16 desa, untuk itu kita tetap fokus kepada tiga universitas dari Jepang tersebut untuk ikut membantu melalui WHO,” pungkasnya.(fatimah/ef)

 

Mungkin Anda juga menyukai