Wanita Tionghoa Sopir Taksi Online Diduga Dihabisi Penumpang, Mayatnya Dibuang ke Jurang

Aceh Utara (medanbicara.com)- Identitas mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di jurang Km 31 Gunung Salak Jalan KKA Bener Meriah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara oleh warga, Minggu (6/7/2021) sekitar pukul 16.00 WIB lalu, terungkap.

Wanita itu bernama Chiw Yet Hau, warga Jalan Metal, Gang Budi No 22 Lingkungan 18, Tanjung Mulia, Medan.
Ayung, suami korban mengetahui istrinya meninggal setelah melihat dari media sosial facebook.

Dengan wajah kusam, pria yang ditaksir berumur 50-an tahun hanya bisa melamun saat dihampiri wartawan bersama anak semata wayangnya, Ayung, di rumah perseyaman Jalan Metal V, Kecamatan Medan Deli.

“Saya tidak tau persis kejadiannya,” ucapnya pertama kali sambil mengisap rokok kreteknya, Selasa (7/6) sekitar pukul 15.30 Wib.

Namun, menurut pria berkulit sawo matang itu dirinya mengetahui istrinya tewas dari dunia maya.

“Saya tahu pun dari facebook, gak berapa lama baru polisi menelepon,” ujar pria yang sudah ubanan itu duduk tepat di samping peti mati istrinya.

Saat ditanya siapa yang memesan taksi online yang dikemudikan istrinya, lagi-lagi Ayung menjawab tidak tahu.

“Saya tidak tau, takut bersalahan pula nanti,” ucapnya sambil memalingkan kepalanya.

Terpisah anak korban yang masih berumur belasan tahun ini juga enggan berkomentar.

“Saya tidak tahu, karena bapak yang ditelepon,” ucap wanita yang memakai baju hitam itu kepada wartawan.

Rumah korban yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi persemayaman tepatnya di Jalan Metal Gang Budi terlihat sepi. Sekitar 10 rumah jenis ruko semuanya tertutup rapat.

Tak ada satu orang pun yang keluar, hanya sebuah pick up yang terparkir tepat di depan gang itu.

Namun, tepat di sebuah Gang Budi ada sebuah bengkel sepeda motor. Saat dihampiri, pria etnis Tionghoa itu mengaku kalau korban selain membawa Grab mobil Avanza, juga mengumpulkan plastik untuk membuat baskom.

“Sudah lama tinggal di sini, orangnya baik. Memang kerjaannya bawa Grab, dan sampingannya cari plastik,” ucap pria berkepala plontos itu seraya menunjukkan baskom miliknya.

Polres Lhokseumawe hingga kini masih melakukan penyelidikan insentif terkait dugaan kasus perampokan dan pembunuhan terhadap seorang sopir taksi online itu.

Dalam kasus tersebut, polisi menyebutkan pelaku lebih dari satu orang dan hingga kini masih dilakukan pendalaman.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, pihaknya masih di lapangan melakukan pendalaman atau penyelidikan insentif.

“Kami masih melakukan pendalaman insentif. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan dan telah diamankan beberapa barang bukti,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Lebih lanjut dikatakan mantan Kasatreskrim Polrestabes Medan itu, pihaknya menduga pelaku lebih dari satu orang.

Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan pasti berapa jumlah pelaku yang diduga terlibat melakukan perampokan dan pembunuhan.

“Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang,” katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun korban dan pelaku diduga sudah saling mengenal, karena pelaku perampokan dan pembunuhan yang dilakukan penumpang tanpa menggunakan aplikasi resmi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan bahwa keduanya diduga sudah saling mengenal.

“Mungkin sudah langganan jadi tidak menggunakan secara daring aplikasi Grab. Akan tetapi, kita akan mencari siapa penyewa terakhir dari Grab car tersebut,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).(Za/mpc)

Mungkin Anda juga menyukai